Prospek Industri Plastik dan Karet Hilir


Prospek Industri Plastik dan Karet Hilir

Pengembangan industri plastik dan karet dalam negeri masih sangat prospektif. Hal ini dikarenakan tingkat konsumsi terhadap kebutuhan komoditas ini cukup tinggi. Industri ini merupakan sektor vital dengan ruang lingkup hulu hingga hilir yang selalu dibutuhkan  industri lain serta memiliki variasi produk yang sangat luas.

Tingkat konsumsi komoditas ini tinggi karena diserap oleh sektor-sektor manufaktur strategis, seperti industri kemasan untuk makanan dan kosmetika, elektronika, serta otomotif yang memanfaatkan sebagai bahan baku dalam proses produksinya. 

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), jumlah industri plastik di tanah air saat ini mencapai 925 perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk plastik dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 37.327 orang dengan total produksi hingga 4,68 ton per tahun.

Untuk meningkatkan produktivitas, Kemenperin  mendorong untuk pemenuhan bahan baku. Saat ini bahan baku plastik dalam negeri belum mampu mencukupi dari segi kuantitas maupun spesifikasi produk.

Langkah strategis yang ditempuh pemerintah guna memacu kinerja industri plastik lokal antara lain fasilitasi pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP). Disamping itu, juga akan diterapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), fasilitasi promosi dan investasi, penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), serta pengaturan tata niaga impor. 

Selain itu, hal lain yang perlu dilakukan adalah penguatan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) serta kebijakan yang mendukung peningkatan daya saing agar produk plastik domestik bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu bersaing di pasar global.

Prospek Industri Karet

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Indonesia adalah salah satu negara penghasil karet alam dengan produksi melebihi tiga juta ton per tahun. Karet menjadi salah satu komoditi perkebunan yang memiliki peran cukup strategis dalam kegiatan perekonomian Indonesia. 

Ditambah lagi konsumsi karet saat ini mencapai 580 ribu ton per tahun dan masih sangat berpeluang  terus ditingkatkan, mengingat potensi lahan yang ada mencapai 3,5 juta hektar.

Upaya peningkatan konsumsi karet alam di dalam negeri  perlu didukung dengan kemampuan industri nasional dalam penyerapan komoditi tersebut. Oleh karena itu, pemerintah perlu mendorong pertumbuhan industri barang-barang karet dalam rangka merealisasikan program peningkatan konsumsi karet alam domestik.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus