Sinergitas Industri Manufaktur dengan Digital


Sinergitas Industri Manufaktur dengan Digital

Pengembangan sektor manufaktur dengan platform digital menjadi penting, seiring kemajuan teknologi  era Industri 4.0. Apalagi, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2020.

Untuk mempermudah produksi dan memperluas pasar internasional, sinergitas industri manufaktur dengan digital sangat diperlukan. Sinergitas keduanya juga memberikan keuntungan yang sama. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menghadiri Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Kadin 2017 di Jakarta, Selasa (3/10).  Airlangga menghimbau agar sinergitas industri manufaktur dengan digital ekonomi dapat terus diperkuat.

Platform industri digital dan manufaktur sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan sinergitas keduanya. Selain itu, hal ini juga untuk efesiensi dan efektivitas bekerja serta mempermudah proses perbaikan atau servise. Airlangga menyebut platform industri digital dan manufaktur dapat mempermudah proses pendidikan vokasi yang sudah memasuki tahap keempat, diselenggarakan di Medan Sumatera Utara.

Program vokasi industri sendiri memiliki tujuan untuk membangun link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. Dengan adanya sinergitas antara industri manufaktur dengan digital tersebut diyakini Airlangga mampu memberikan kemudahan proses pendidikan vokasi industri.

Kontribusi industri digital terhadap perekonomian nasional naik rata-rata sebesar 10 persen per tahun. Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperkirakan potensi industri digital di Indonesia pada 2020 bisa mencapai US$ 130 miliar. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendukung dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada penciptaan iklim usaha yang kondusif.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus