Pemerintah Diminta Tambah Anggaran Subsidi Pelanggan Listrik 900 VA


Pemerintah Diminta Tambah Anggaran Subsidi Pelanggan Listrik 900 VA

Pemerintah Jokowi-JK sudah memasuki tahun ketiga, banyak prestasi dan kinerja yang patut diacungi jempol. Salah satunya proyek infrastruktur yang menjadi Panglima dalam prioritas pembangunan Rezim ini.

Namun masyarakat masih ada yang mengeluhkan kiprah pembantu Presiden di bidang ekonomi. Beberapa kebijakan tidak bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, hal paling fundamental yang dirasakan masyarakat adalah kenaikan tarif dasar listrik yang sudah beberapa kali terjadi di pemerintahan Jokowi-JK.

Terkait itu, Anggota Komisi VII DPR RI Ramson Siagian mengatakan bahwa RAPBN 2018 untuk Kementerian ESDM baru mencapai finalisasi di Komisi VII dan belum ke Banggar dan Paripurna. Ramson menjelaskan, hal tersebut karena belum jelas solusi dari pemerintah mengenai masih banyaknya pelanggan listrik 900 VA yang kemampuan ekonominya lemah, tetapi terpaksa harus membayar harga keekonomian.
 
“Seharusnya pemerintah menambah anggaran subsidi, karena pelanggan listrik 900 VA yang ada di lapangan, yakni sekitar 35 persen lebih dari 22 juta pelanggan adalah rakyat kecil,” ucap Ramson di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/10).
 
Ramson menyatakan, Fraksi Partai Gerindra sangat konsen akan kepentingan rakyat kecil itu, dan menginginkan agar pemerintah menganggarkan anggaran untuk masalah tersebut.
 
“Tetapi sampai saat ini belum ada solusi. Karena nyatanya baru 4,1 juta yang merasakan hal itu di lapangan. Padahal banyak keluhan di masyarakat. Karena belum ada solusi mengenai hal itu, maka kami di Komisi VII dari Fraksi Partai Gerindra menolak RAPBN 2018 untuk Kementerian ESDM. Kita menunggu usulan anggaran penambahan subsidi bagi pelanggan listrik 900 VA, agar rakyat kecil pelanggan listrik 900 VA jangan terlalu banyak yang dibebankan kepada harga keekonomian,” pungkasnya.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus