Tahun Politik  Tidak Mengancam Kinerja Pasar Saham

Comments 140 Views Views


Tahun Politik  Tidak Mengancam Kinerja Pasar Saham

Sebentar lagi Indonesia akan menghadapi tahun politik. Banyak kalangan yang khawatiran jika tahun politik bisa  mengancam perekonomian nasional.

Pengamat ekonomi politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Fachri Ali. menjelaskan  kekhawatiran tersebut adalah hal wajar. Namun, menurut dia, tahun politik tak akan memberi dampak maupun mengacam perekonomian Indonesia, termasuk kinerja pasar saham.

"Harga saham umumnya memberikan respons terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi yang dianggap dalam bahasa populernya tidak pro-pasar," kata Fachri Ali, Kamis (25/1).

Disaat bersama, Fachri Ali menjelaskan istilah pro-pasar, yang menurutnya menunjukkan posisi pebisnis yang memiliki kemampuan bernegosiasi dengan negara. Saat ini, menurut Fachri, pebisnis telah berani tampil sebagai kekuatan besar yang bisa melakukan proses negosiasi terhadap negara.

"Merekalah yang memberikan respons terhadap kebijakan ekonomi yang dibuat negara. Apakah masuk akal konteks atau tradisi pasar atau tidak. Dan harga saham ditentukan itu bukan pertarungan politik," Jelas Fachri.

Fachri menambahkan, ditengah hiruk-pikuk politik,  pasar saham  masih sesuai hitungan atau kalkulasi pebisnis dalam mekanisme pasar. 

"Pasar itu suatu kekuatan yang mengalokasikan resources secara efisien melalui mekanisme supply and demand. Menurut saya, harga saham lepas ada yang goreng jauh bersifat teknikal, jauh dibandingkan dengan politik. Sebesar apa pun pertarungan politik tak berpengaruh harga saham," Fachri menerangkat.

Dia mencontohkan, saat krisis 1997-1998 terjadi, para pelaku bisnis tidak menimbang siapa penguasa waktu itu ataupun pihak yang ditunjuk mengelola ekonomi. Pelaku usaha hanya melihat kebijakan yang diambil pemerintah dalam menghadapi krisis.

"Inilah yang saya maksud pebisnis telah tampil sebagai kekuatan yang bisa bernegosiasi oleh negara," tukas dia.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus