RUU Terganjal, Government Shutdown di AS Mencuat

Comments 108 Views Views


RUU Terganjal, Government Shutdown di AS Mencuat

SIPerubahan - Pemungutan suara di parlemen Amerika Serikat (AS) terkait kesepakatan rancangan Undang-Undang (RUU) tentang anggaran yang akan mencegah penghentian pemerintah Federal terganjal oleh anggota parlemen partai Republik yang keberatan dengan kenaikan pengeluaran pemerintah.

Keberatan ini meningkatkan risiko penghentian sementara pemerintah federal (atau government shutdown) bila kongres tidak dapat bertindak sebelum tenggat waktu tengah malam nanti.

Anggota parlemen telah memperkirakan bahwa RUU tersebut untuk disahkan oleh Senat sebelum Jumat dini hari waktu setempat tanpa masalah. Namun, Dewan Perwakilan Rakyat AS melihatnya sebagai hambatan yang lebih besar karena House Speaker Paul Ryan mengusulkan pemungutan suara setelah Demokrat dan GOP konservatif mengajukan keberatan.

Namun, anggota partai Republik, Rand Paul menahan langkah tersebut dengan menolak persetujuan bulat yang dibutuhkan Senat untuk melakukan pemungutan suara cepat.

Paul menuntut pemungutan suara untuk memulihkan batas anggaran yang ada, sehingga akan mempermalukan anggota parlemen di kedua belah pihak yang ingin mengakhiri kebuntuan selama berbulan-bulan mengenai prioritas pengeluaran pemerintah dan melakukan penutupan pemerintahan federal pada hari Jumat.

Paul menerangkan, kesepakatan itu menjengkelkan bagi pihak konservatif dan mengatakan bahwa dia siap untuk tetap tinggal hingga dini hari jika para pemimpin partai tidak mengizinkan pemungutan suara.

Kekuatan Paul berasal dari peraturan Senat yang menetapkan pemungutan suara untuk mengakhiri taktik penundaan dari lawan partai hingga melebihi pukul 01.00 dini hari Jumat, satu jam setelah batas waktu dimulainya ‘government shutdown’. Hal itu akan diikuti oleh perdebatan dan kemudian sebuah pemungutan suara terakhir mengenai kebijakan pengeluaran sebelum DPR yang dipimpin oleh Partai Republik akan bertindak.

"Saya berpendapat bahwa inilah saatnya pemungutan suara," demikian kata Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell di lantai Senat beberapa saat sebelum pukul 18.00.

Sementara, pemimpin Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, mengatakan bila satu senator diizinkan memberikan amandemen, semua orang pasti menginginkannya. "Kami berada di wilayah berisiko di sini," katanya menambahkan.

Di DPR, Ryan menekankan kesepakatan peningkatan dana bagi Pentagon untuk meredakan kekhawatiran pihak partai Republik yang telah mengatakan bahwa mereka akan memilih untuk menolak karena hal ini juga meningkatkan pengeluaran untuk program domestik.

Keinginan Ryan untuk mengajukan RUU imigrasi yang akan ditandatangani presiden tidak memenuhi permintaan Demokrat untuk debat terbuka mengenai proposal yang dipersoalkan.

"Kita harus meloloskan kesepakatan anggaran ini dulu sebelm kita dapat melanjutkan langkah berikutnya," kata Ryan tentang peraturan imigrasi.

"Jadi, tolong mengerti bahwa kami berkomitmen untuk menyelesaikan ini." (Sumber: Bisnis)

Post a Comments
blog comments powered by Disqus