Menguak Jejaring Narkoba di Kalangan Artis


Menguak Jejaring Narkoba di Kalangan Artis

Belakangan, kasus narkoba yang diungkap oleh petugas melibatkan kalangan pesohor atau artis Indonesia. Tahun ini saja, sederet artis beken diciduk oleh aparat Polda Metro Jaya dan BNN karena kedapatan melakukan penyalahgunaan narkotika. Sebut saja artis dangdut Ridho Rhoma, pesinetron Amar Zoni, rapper Iwa K, hingga yang terbaru diduga merupakan bandar narkoba kalangan artis, Pretty Asmara dan pasangan artis Tora Sudiro dan Mieke Amalia.

Majalah Tempo (edisi 7-13 Agustus 2017), dalam wawancaranya dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso memuat bahwa sesungguhnya petugas tidak pernah menargetkan kaum selebritas sebagai sasaran tangkapan kasus narkoba. Budi Waseso juga mengatakan penangkapan bukan hanya mencari popularitas atau sensasi belaka.

Sebelumnya, tercium ke publik desas-desus artis tambun Pretty Asmara memang berstatus sebagai bandar narkoba di kalangan artis. Hal itu pun diakui oleh Budi Waseso. Menurutnya, Pretty Asmara sudah lama menjadi target petugas.

Fenomena jejaring narkoba di kalagan artis sedikit tersingkap juga jika kita sering mendengar cerita pergaulan-pergaulan artis atau kaum menengah ke atas Jakarta. Barang haram seperti happy five, ineks, heroin, sabu, dan pil-pil doping lainnya kerap beredar di kalangan public figure.

Anak artis senior Jeremy Thomas, bernama Axel Matthew Thomas, ditangkap petugas karena kedapatan tengah memesan happy five di Bandara Soekarno-Hatta. Informasi yang berkembang bahwa, kalangan artis seperti Axel sudah terbiasa melakukan transaksi pembelian narkotika di bandar-bandar terpercaya. Apalagi bagi kaum pesohor dan genset, uang tidak menjadi perkara besar, sehingga mengkonsumsi obat-obatan terlarang telah menjadi gaya hidup.

Itu pula yang kemudian menimpa aktor beken Tora Sudiro. Ia dan istrinya ditangkap karena petugas menemukan 30 butir obat Dumolid. Meskipun kemudian kasus ini masih menjadi kontroversi karena Dumolid belum termasuk kategori obat-obatan terlarang. Dumolid merupakan obat penenang atau obat bagi insomnia, yang termasuk jenis Benzo.

Benzo merupakan golongan psikotropika golongan IV, tanpa resep dan saran dari dokter penggunaan obat ini menjadi termasuk kategori penyalahgunaan obat-obatan. Agaknya alasan ini yang digunakan petugas untuk menjerat Tora Sudiro.

Gaya hidup kaum berduit, terutama di perkotaan, tergambar jelas dalam pergaulan kalangan artis. Kehidupan artis memang tak hanya identik dengan kemewahan dan dunia malam semata, tapi juga kini identik dengan narkoba.  Jam kerja yang padat nan melelahkan, memaksa para public figure ini mengkonsumsi semacam doping sebagai penunjang ritme kerja mereka.

Narkoba kini benar-benar tak lagi identik dengan warga di pinggir jalan. Narkoba menyentuh segala lapisan masyarakat, tak peduli status sosial dan gender.

Pemerintah kini sangat tegas, tidak hanya bagi bandar tapi juga bagi pengguna. Pengguna narkoba tak lagi digiring ke ruang rehabilitas, tapi langsung langsung ditimpa dengan hukuman. Begitu yang terjadi pada pedangdut Ridho Rhoma. Putra Raja Dangdut Rhoma Irama ini ditolak permohonan masuk rehabilitas kemudian terpaksa mengikuti proses hukum di pengadilan Jakarta Barat.

“Ini negara hukum, pelaku penyalahgunaan narkoba, sekecil apa pun barang buktinya adalah pelanggar huku. Supaya jera, dia harus dihukum,” tegas Budi Waseso. 

Post a Comments
blog comments powered by Disqus