Keajaiban Trilogi Gerhana Bulan Malam Ini

Comments 104 Views Views


Keajaiban Trilogi Gerhana Bulan Malam Ini

SIPerubahan - Bulan akan menghadirkan tiga pertunjukan langka pada Rabu (31/01/2018) malam. ‘Blue super moon’ bergabung dengan gerhana bulan total yang akan terlihat dari bagian barat Amerika Utara hingga Asia Timur berdasarkan analisa para astronom Amerika Serikat.

‘Blue moon’ sendiri timbul ketika dua bulan penuh terjadi dalam satu bulan kalender. Gerhana bulan terjadi ketika bulan melewati bayangan bumi ‘super moon’ terjadi ketika titik dalam orbit bulan yang terdekat dengan bumi terjadi saat bulan penuh. Dalam hal ini, ‘super moon’ juga terjadi pada hari gerhana bulan. 

Tumpang tindih ‘blue moon’ - bulan penuh kedua dalam satu bulan kalender-- dengan gerhana bulan saat pendekatan terdekat ke Bumi ini merupakan peristiwa astronomis pertama sejak 1982 silam. 

Sementara itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebut, gerhana bulan total ini sebagai peristiwa alam yang menarik. Maka sangat disayangkan bila momen tersebut dilewatkan. LAPAN mengungkapkan keajaiban peristiwa gerhana bulan tersebut.

1. Gabungan Tiga Fenomena Alam Sekaligus
Ketiga fenomena ini juga menggabungkan kejadian alam secara bersamaan, yakni, ‘blue moon’, ‘supermoon’, dan gerhana bulan total (atau blood moon). Bahkan, peristiwa itu disebut cukup langka. Hal ini disebabkan peristiwa ini terakhir diamati pada 31 Maret 1866 (atau 152 tahun yang lalu).

2. Berlangsung Selama Empat Jam
Proses gerhana bulan ini terbagi menjadi beberapa tahap. Yaitu tahap gerhana parsial, gerhana total, dan gerhana parsial lagi. Proses gerhana berlangsung sekira empat jam.

3. Bulan Dekat Bumi
Gerhana bulan total yang akan berlangsung 31 Januari 2018 merupakan peristiwa alam yang cukup langka karena terjadi saat bulan berada dalam konfigurasi ‘supermoon’ dan ‘blue moon’. Fenomena ‘supermoon’ itu sendiri timbul saat purnama berada dalam jarak terdekatnya dengan bumi sehingga ukuran bulan ini menjadi 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang ketimbang biasanya.

Sedangkan, ‘blue moon’ yaitu bulan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan kalender. Untuk diketahui, di bulan ini purnama terjadi pada 1 Januari da 31 Januari 2018.

4. Bumi Tutupi Bulan
Gerhana bulan terjadi ketika bumi menutupi bulan, sehingga bulan tertutupi oleh bayangan bumi. Orbit bulan mengelilingi bumi yang berbentuk elips, sehingga jarak bumi dengan bulan selalu berubah. Ketika bulan berada di titik terdekat (perigee) dengan bumi bertepatan dengan bulan purnama terjadilah ‘supermoon’.

Fenomena yang berlangsung malam nanti diawali dengan gerhana sebagian, diikuti gerhana total, gerhana parsial lagi, dan bulan sepenuhnya terlepas dari bayangan bumi.

5. Dapat Diamati Belahan Dunia
Tidak seperti gerhana matahari yang hanya bisa diamati di daerah yang sangat terbatas, gerhana bulan ini bisa diamati dari sebagian besar permukaan bumi, yaitu dari daerah Amerika Utara, Samudra Pasifik, Siberia Timur, dan Asia. (Sumber: LAPAN). 
 

Post a Comments
blog comments powered by Disqus