Makna Filosofis dalam Masakan Imlek

Comments 140 Views Views


Makna Filosofis dalam Masakan Imlek

SIPerubahan - Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2569 yang jatuh pada 16 Februari 2018, berbagai tradisi dilakukan warga Tionghoa. Salah satunya, makan bersama. Masakan maupun camilan khas Imlek yang disajikan di saat makan bersama pun beragam. Beragam makanan ini tak sekadar sajian biasa, namun memiliki makna filosofis di dalamnya. Apa saja?

Telur Bitan

Makanan khas Tionghoa satu ini terbuat dari telur yang sudah difermentasikan. Telur ini biasa dicampur dengan lempung, abu, garam, kapur tohor dan sekam padi selama beberapa hari. Telur bintan biasanya menjadi santapan pembuka dicampur dengan sajian panas maupun dingin. Telur bintan melambangkan kesehatan dan panjang umur. 

Pindang Bandeng.

Makanan satu ini hanya dapat ditemukan di Tanah Air. Sebab makanan ini hasil akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia. Makanan dengan sebutan nama lain “Nian Nian You Yu” ini merupakan ikan bandeng yang disajikan secara utuh dengan kuah berwarna coklat dan irisan cabai di sekitarnya.  Setiap keluarga harus mendapatkan bagian dari ikan bandeng tersebut. Makna dari makanan ini yaitu setiap tahun ada rezeki yang berlebih pada karier, bisnis, dan lain-lain.

Kue Keranjang

Salah satu makanan yang wajib hadir serta dicicipi pada saat perayaan Tahun Baru China yakni kue keranjang. Kue dengan nama asli Nian Gao ini bentuknya seperti lontong, dengan rasa tawar. Namun karena proses pencampuran lokal di Indonesia, rasanya menjadi manis dan berwarna coklat tua karena hasil perpaduan ketan dan gula pasir.

Diberi nama kue keranjang karena dibuat di keranjang-keranjang kecil dari anyaman bambu. Secara filosofis, kue yang terbuat dari ketan ini memiliki makna bersatu dan hidup rukun.  Selain itu, karena rasanya yang manis dari gula pasir, secara filosofis menggambarkan suasana bahagia. Jadi kehadiran kue keranjang diyakini akan membuat hubungan semakin erat serta dilimpahkan kebahagiaan.

Haisom

Bila makanan hewani dekat dengan kolesterol, Haisom (atau timun laut) merupakan makanan yang tidak mengandung kolesterol. Makanan ini aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Secara filosofis makanan ini melambangkan harapan berlimpahnya rezeki yang banyak dan keuletan di setiap langkahnya. Aji menuturkan, makanan ini paling jarang ditemukan pada saat perayaan Imlek karena proses pengolahannya yang cukup rumit.

Ca Rebung

Olahan daging ayam yang diiris dengan rebung ini merupakan makanan yang biasa disantap dengan nasi pada saat perayaan Imlek. Beberapa orang biasanya menambahkan dengan kuah soun dan sambel goreng ati agar lebih nikmat. Seperti rebung yang berasal dari tunas bambu, semakin tinggi kian besar, memakan masakan ini diharapkan semakin lama semakin sukses dalam segala aspek kehidupan. Jadi, yang mana menu favorit kamu guys? Selamat mencoba. (Dbs)

Post a Comments
blog comments powered by Disqus