Jumat Keramat, KPK Periksa Setya Novanto Atas Kasus E-KTP


Jumat Keramat, KPK Periksa Setya Novanto Atas Kasus E-KTP

SIPerubahan, Jakarta – Hari ini, Jumat (14/7) Ketua DPR Setya Novanto memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi kasus KTP Elektronik. Sebelumnya, Setnov -sapaan Setya Novanto- sempat juga dipanggil pada Jumat pekan lalu namun Setnov mangkir dengan alasan sakit.

Banyak pihak menduga penetapan Setya Novanto sebagai tersangka atas kasus E-KTP tinggal menunggu waktu. Sinyal penetapan Setnov sebagai tersangka semakin kencang, karena KPK selalu memanggil Ketua Umum Golkar ini di hari Jumat. Seperti diketahui, KPK kerap meningkatkan status saksi menjadi tersangka biasanya di hari Jumat, sehingga dijuluki oleh awak media menjadi “Jumat Keramat”.

Setnov merupakan Ketua Fraksi Golkar pada saat proyek e-KTP bergulir. Namanya turut disebut bersama-sama melakukan korupsi e-KTP dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto, dua terdakwa dalam kasus itu.

Pada surat dakwaan, disebutkan pula bahwa mantan Bendahara Umum Golkar ini berperan aktif dalam proyek tersebut. Bahkan ia bersama Andi Narogong disebut mendapat bagian yang cukup besar dari proyek tersebut yakni sebesar 11 persen atau Rp 574 miliar.

Jaksa KPK meyakini adanya peran Setya Novanto dalam korupsi proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

Dalam hal ini, Setya Novanto mempunyai pengaruh dalam proses penganggaran pada Komisi II DPR RI. Apalagi, Ketua Komisi II DPR saat itu adalah Burhanuddin Napitupulu yang merupakan anggota Fraksi Partai Golkar.

Berdasarkan surat tuntutan jaksa, Setnov disebut mendapat jatah 11 persen dari nilai proyek, yakni Rp 574 miliar.

 

Post a Comments
blog comments powered by Disqus