Mengajukan Jadi Justice Collaborator,  Setnov  Ingin Seret Koruptor Kelas

Comments 271 Views Views


Mengajukan Jadi Justice Collaborator,  Setnov  Ingin Seret Koruptor Kelas

Siperubahan – Tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto mengajukan diri menjadi justice collaborator untuk membantu KPK menyeret koruptor lain di Indonesia.

Firman Wijaya selaku pengacara Novanto memastikan bahwa mantan ketua umum partai Golkar tersebut akan bekerja sama dengan KPK untuk menyeret para koruptor kelas kakap keranah publik dan hukum. 

"Alasannya ya apa, saksi pelaku bekerja samalah. Pastilah (bongkar pelaku) akan mengungkap," kata Firman, Rabu (10/1) kemarin.

Dalam keterangannya, Firman menyinggung tentang sejumlah nama yang hilang dalam surat dakwaan kasus e-KTP.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPK Agus Rahardjo memastikan bahwa tak ada dihilangkan dari surat dakwaan itu karena isi surat tersebut  memang hanya mendakwa Novanto. 

"Kan memang dakwaan itu selalu tidak menyebutkan semua, dakwaan fokus pada peristiwanya. Pada peristiwa Pak SN (Setya Novanto), siapa yang diberi oleh Pak SN dan siapa memberi ke Pak SN, hanya itu kan," terang  Agus, Jumat (5/1) lalu.

Disisi bersamaan, mendengar pengajuan Novanto menjadi justice collaborator kepada KPK, Aburizal Bakrie selaku Ketua Dewan Pembina Partai Golkar mendukung langkah mantan kadernya agar segera membuka semua pelaku yang terlibat kasus korupsi proyek e-KTP.

"Ya, saya mendukung semuanya yang terbaik untuk bangsa-negara ini, biar terbuka semuanya," tegas Aburizal Bakrie, Rabu (10/1/).

Berangkat dari permohonan Novanto dan dukungan dari berbagai pihak. saat ini KPK sedang mempertimbangkan surat pengajuan diri Novanto sebagai justice collaborator. 

Untuk mendapatkan status justice collaborator, KPK meminta Novanto untuk mengakui semua perbuatannya terlebih dahulu dan diharapkan  ia bisa terbuka untuk membongkar pelaku yang lebih berperan besar.

Saat ini menurut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, pimpinan KPK sedang mempelajari pengajuan diri Novanto sebagai justice collaborator. Nantinya keputusan pimpinan KPK  yang akan memutuskan status Novanto selanjutnya.

"Kami baru terima surat tersebut  kemarin. Itu baru diajukan tadi, kita harus bicara rinci," kata Febri, Kamis (11/1).

Post a Comments
blog comments powered by Disqus