Program Kader Bangsa Perkuat Kolaborasi Negara dan Masyarakat

Comments 61 Views Views


Program Kader Bangsa Perkuat Kolaborasi Negara dan Masyarakat

SIPerubahan - Hari kedua Sekolah Pemimpin Muda Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) angkatan 7 digelar Kamis (08/02/2018) semakin seru. 50 peserta yang merupakan pemuda terbaik dengan berbagai background profesi serta pendidikan se-Indonesia mengunjungi kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia.

Kali ini yang menjadi pembicara yaitu Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo. Letjen Agus memberikan materi berupa pembekalan “Aspek Ketahanan Nasional dan Geopolitik Indonesia” kepada KBFP 7. Di sesi ini, para peserta dikuatkan pemahaman terhadap nilai kebangsaan.

Menurut Letjen Agus, materi nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia harus melekat di dalam pribadi peserta KBFP. Jadi ia berharap, para siswa KBFP 7 ini akan menjadi pemimpin bangsa ke depannya.

“Tugas kita di sini yaitu untuk memantapkan nilai kebangsaan dan juga sosialisasi. Kita akan berikan pembekalan ini agar tersebar di daerah. Ini bagian tugas dari Lemhanas,” tutur Letjen Agus, di Gedung Astagatra lantai 3 ruangan Airlangga, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Berbagai persoalan yang pernah dialami oleh peserta KBFP 7 mampu terselesaikan dengan baik saat acara diskusi berlangsung. Dari banyaknya pengalaman yang diberikan dari kehidupan berbangsa, pertanian, wawasan nusantara, hingga ketahanan nasional di dalam keluarga diungkapkan oleh peserta.

Namun, ada satu pertanyaan yang menarik. Yaitu, yang pernah dialami oleh seorang entrepreneur dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Saprudi (33). Saprudi mengeluhkan kekhawatirannya soal perpecahan (disintegrasi) di kalangan masyarakat pasca pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Yang mana, perpecahan itu mampu merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Letjen Agus menimpali dengan memaparkan pentingnya Indonesia yang utuh. Karena, NKRI merupakan bangsa yang terdiri dari beragam etnis, agama, dan suku bangsa. Ia menegaskan, nilai-nilai luhur Pancasila harus dikedepankan.

“Yang kita cari di sini adalah persamaan bukan perbedaan. Jangan mau kita dipecah-belah. Seorang warga negara harus punya niat yang baik. Biasanya orang yang sesuai dengan ketentuan  yang ada maka dia tidak punya beban. Mari kita tunjukkan yang masih ingin toleransi itu adalah yang paling hebat,” terangnya menjelaskan.

Untuk diketahui, para pemimpin muda dari Aceh hingga Papua sudah beraudiensi dengan para tokoh, pengusaha, pejabat pemerintah, publik figur, dan lain-lain. Setelah bertemu serta sharing solusi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, di Gedung IV KKP, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, pada Rabu (07/02/2018) pagi, peserta KBFP 7 melanjutkan berdialog dengan pembicara utama Dr.Airlangga Pribadi Kusman, dengan topik “Seni Memimpin Republik: Catatan untuk Pemimpin Muda Indonesia!” di siang harinya.

Kemudian kegiatan peserta KBFP 7 berlanjut berdialog dengan Martin Hartono (CEO Global Digital Prima (GDP) Venture) dan JJ Rizal (Sejarawan) dengan topik “Kewirausahaan, Kebangsaan dan Anak Muda!”.

Aktivitas berikutnya, pada Kamis (08/02/2018) pagi, peserta berdialog dan berbagi pengalaman dengan Frandy Wirajaya Sugianto (CEO Opini.id) serta Indra Bigwanto (Co-Founder Opini.id) dengan topik ‘Media Kontemporer dan Partisipasi Publik Mewujudkan Indonesia Yang Ideal’.

Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) sendiri merupakan Sekolah Pemimpin Muda yang diikuti oleh 50 pemuda pilihan dari berbagai penjuru kota di Tanah Air. Pendiri KBFP, Dimas Oky Nugroho menerangkan, kegiatan ini digelar untuk mempersiapkan generasi muda menjadi calon pemimpin yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan dan antikorupsi. Bahkan, bervisi Indonesia bersatu, maju, dan sejahtera.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus