Andritany Samakan Gol Persib Dianulir dengan Gol Lampard di WC 2010


Andritany Samakan Gol Persib Dianulir dengan Gol Lampard di WC 2010

Kiper Persija Andritany dalam blog pribadinya mengakui gol Persib Bansung yang dianulir wasit mutlak gol.

Dalam tulisan yang diberinya judul "el-Clasico" itu merupakan klarifikasi atas hujatan yang diterimanya dalam akun Instagram miliknya usai pertandingan yang disebut-sebut sebagai el-Clasiconya Indonesia: Persija VS Persib, (3/11) yang lalu.

Pertandingan itu akhirnya dimenangkan Persija 1-0, meski Persib WO di menit 83 karena kecewa dengan beberapa keputusan wasit yang dianggap merugikan Persib. Salah satunya gol Pemain Persib Ezechiel N'douassel di menit 27.

“Sampai saat ini saya, dan Bepe tidak berkata bahwa bola itu tidak goal. Bola itu mutlak goal”, tulis Andritany di blog pribadinya.

Ia bahkan mengatakan itu gol saat Ezechiel bertanya langsung pada Andritany kala pertandingan berlangsung.

“Penjaga gawang bola gol kan?” tanya Ezechiel.

“Gol, tapi wasit mempunyai keputusannya,” tulis Andritany dalam Blognya.

Sebelumnya keputusan kontroversial wasit asal Australia, Shaun Evans yang memimpin pertandingan itu membuat geram para pendukung Maung Bandung di media sosial.

Mereka pun langsung membanjiri kolom komentar instagram kiper Persija, Andrytani Ardhiyasa sebagai salah satu orang yang mengetahui jelas situasi tersebut, gol atau tidak.

Berikut kutipan catatan pertandingan Andritany dalam blognya:

"Banyak comment di media sosial saya, mengapa anda tidak menyatakan bola itu goal kepada wasit?. Saya rasa semua keeper di dunia akan bereaksi sama seperti saya, mari kita berbicara, dan saya ingin membawa para pembaca mengingat kejadian piala dunia 2010 Afrika Selatan, ketika England melawan Jerman, apa yang di lakukan Manuel Neuer? Ketika itu tendangan Frank Lampard sudah melewati garis.

Jadi misalkan semua pemain harus jujur, ketika membuat pelanggaran, handsball, offside, dan semua pemain bisa menyatakan jujur di dalam pertandingan, menurut saya sepak bola sudah tidak butuh lagi orang seperti Pierluigi Collina, karena semua pemain sudah jujur, dan paham dengan peraturan.

Saya pribadi tidak puas dengan pertandingan tersebut, memang Persija menang, apa ada raut wajah gembira dari wajah saya. Yang membuat saya tidak puas, mengapa pertandingan tidak dilaksanakan sampai selesai.

Ketika itu setelah wasit meniup pluit panjang saya langsung menghampiri Ahmad Jufrianto, dan saya berkata “Jupe, pada akhirnya kalian rugi sendiri”, Jupriyanto hanya mengatakan “kita baru akan main lagi, kita sedang mengatur formarsi”. Itu yang di katakan Jupe kepada saya.

Tetapi menurut saya apapun alasannya jangan sampai kita berhenti dari pertandingan, mungkin jika pada saat itu wasit dari Indonesia, pasti akan merayu agar Persib bermain lagi. Tetapi wasit asing tidak demikian, karena mereka akan mengambil keputusan yang menurut mereka itu benar. Dan saya rasa atas kejadian ini menjadi sebuah pelajaran bagi siapapun agar sepak bola kita menjadi lebih baik.

Tetap bersatu, bendera kita masih Indonesia, sepak bola pemersatu Bangsa, rivalitas 90 menit."

Selengkapnya di http://andritany26.blogspot.co.id/2017/11/el-clasico.html.

 

Foto: Deden Iman Pikiran Rakyat

Post a Comments
blog comments powered by Disqus