Era Kejayaan Nottingham Forest: Keajaiban Duo Brian Clough-Peter Taylor


Era Kejayaan Nottingham Forest: Keajaiban Duo Brian Clough-Peter Taylor

Nottingham Forest adalah klub yang lama terlupakan dari benak para penggemar sepak bola, dan mungkin tidak akrab bagi fans generasi baru. Forest terakhir kali berlaga di Premier League musim 1998-99, hampir dua dekade lampau, kemudian terdegradasi. Pada musim 2017-18 ketika tulisan ini dibuat, Forest sementara menempati peringkat ke-14 Championship Division Liga Inggris, yang menjadi kasta kedua sepak bola Inggris di bawah Premier League. Klub East Midlands ini belum mampu bangkit dari keterpurukan meskipun beberapa kali mengalami pergantian pemilik dan pelatih. Prestasi Forest meraih 2 Piala Champions sampai saat ini belum bisa ditandingi oleh beberapa klub Inggris idola ‘jaman now’ seperti Chelsea, Arsenal, dan Manchester City.

Adalah Brian Clough, pelatih karismatik sekaligus kontroversial, dengan duet bersama asistennya Peter Taylor, yang menyulap Forest menjadi klub raksasa Inggris dan Eropa pada akhir dekade 1970-an. Berkat prestasi ini, Clough dianggap sebagai salah satu pelatih besar dalam sejarah liga Inggris. Pada tahun 2017, UEFA mencatat nama Clough sebagai salah satu dari sepuluh pelatih terhebat Eropa. Nottingham Forest pun mengabadikan namanya sebagai nama tribun utama kandang mereka, Stadion City Ground, sebagai Brian Clough Stand. Sebelum melegenda di Forest, Clough sudah mencatat prestasi dengan membawa Derby County juara Liga Inggris musim 1971-72.

Brian Clough hadir di Forest pertama kali sebagai manajer pada Januari 1975, setelah menjadi pelatih Leeds United hanya selama 44 hari. Forest mengakhiri Divisi Dua musim 1975-76 di peringkat ke-16. Clough pun segera membangun tim. Duo Skotlandia, John McGovern dan John O’Hare, mantan asuhan Clough di Derby County, diboyong. Menyusul kemudian pemain sayap Skotlandia, John Robertson, dan gelandang tim nasional Irlandia Utara, Martin O’Neill. Sementara itu, Viv Anderson, yang pada tahun 1978 menjadi pemain berkulit hitam pertama yang dipanggil tim nasional Inggris, mulai mendapatkan tempat sebagai starter.

Clough juga mengontrak striker Peter Withe (pelatih timnas Indonesia 2004-07) dari Birmingham City, dan Larry Lloyd, eks bintang Liverpool, dari Coventry City. Clough pun reuni dengan Peter Taylor, asistennya di Derby. Menyelesaikan Liga Divisi Dua musim 1976-77 di tempat ketiga, Forest pun berhak promosi ke Divisi Satu (sekarang Premier Division). Peter Shilton direkrut dengan nilai transfer 325 ribu Pounds dari Stoke City, memecahkan rekor transfer tertinggi untuk kiper saat itu.

Racikan Clough terbukti dahsyat. Forest secara mengejutkan tampil sebagai juara liga musim 1977-78 dengan 64 poin, tujuh poin di atas juara bertahan Liverpool. Tak hanya dipermalukan Forest di arena liga, Liverpool pun takluk 0-1 dari Forest di Final Piala Liga, melalui gol penalti John Robertson. Gelar ganda untuk Forest, meskipun di Piala FA mereka disingkirkan West Bromwich. Sementara bagi Liverpool, marwah mereka terjaga dengan keberhasilan mempertahankan gelar Piala Champions.

Mengawali musim 1978-79, Forest menghantam juara Piala FA, Ipswich Town asuhan Bobby Robson, 5-0, di Charity Shield, yang sekaligus menjadi rekor skor tertelak di ajang tersebut. Undian Piala Champions mempertemukan Forest dengan juara bertahan Liverpool. Forest kembali menjadi batu sandungan bagi Liverpool, setelah menyingkirkan sang juara bertahan dengan skor agregat 2-0.

Awal 1979, Forest membukukan rekor transfer Britania Raya sebesar 1 juta Poundsterling, saat memboyong pemain depan timnas Inggris, Trevor Francis dari Birmingham City. Pada final Piala Champions 1979 di Stadion Olimpiade München, Francis tampil sebagai pahlawan dengan sundulan terbangnya mencetak gol tunggal kemenangan Forest atas klub Swedia, Malmö. Piala Liga pun kembali diboyong ke Nottingham setelah Southampton ditekuk 3-2. Forest double winners dua musim berturut-turut, sedangkan gelar juara Liga lepas ke tangan Liverpool.

Musim 1979-80, Forest mengukuhkan posisinya sebagai klub terbaik Eropa dengan mengalahkan Barcelona, juara Piala Winners, dengan skor agregat 2-1 di ajang Piala Super Eropa. Setelah menyisihkan Ajax di semifinal, Forest tampil di final Piala Champions untuk kedua kalinya secara berturut-turut, menghadapi juara Bundesliga, Hamburger SV, di Stadion Santiago Bernabéu, Madrid, tanggal 28 Mei 1980. Pada menit ke-20, melalui kerjasama umpan satu-dua dengan striker Garry Birtles, John Robertson membobol gawang Hamburg.

Gelombang gempuran Hamburg melanda pertahanan Forest dan gawang Shilton. Tendangan geledek Kaltz menghantam tiang kiri gawang Shilton. Shilton melakukan penyelamatan gemilang dari tendangan jarak jauh Magath, Milewski dan Nogly. Buljan menyia-nyiakan kesempatan di dalam kotak 5,5 meter. Forest juara Eropa dua kali berturut-turut! Brian Clough dan Peter Taylor berhasil membawa Forest promosi dari Divisi Dua ke Divisi Satu, menjuarainya, dilanjutkan gelar Piala Champions dua kali berturut-turut. Ajaib. Forest menjadi satu-satunya klub yang gelar juara Champions-nya lebih banyak daripada gelar juara liganya.

Sejak itu Forest menurun. Tahun 1982, Taylor dan Clough pecah kongsi. Clough setia menukangi Forest hingga terdegradasi di musim pertama Premier League, 1992/93, setelah sempat mempersembahkan trofi Piala Liga dua musim berturut-turut, 1988-89 dan 1989-90. Prestasi Forest di bawah asuhan duo Clough-Taylor tampaknya hampir mustahil terulang, tidak hanya untuk Nottingham Forest, namun juga klub Eropa manapun. John McGovern, yang dua musim berturut-turut mengangkat Piala Champions untuk Forest sebagai kapten, berkata,”We were like one of those comets you see flying across the night sky. We burned brightly, but it was all too brief. But, boy, did we burn brightly for a while.”   

Post a Comments
blog comments powered by Disqus