Karena Sering Nyinyir Fahri Hamzah Dibenci Masyarakat


Karena Sering Nyinyir Fahri Hamzah Dibenci Masyarakat

Fahri Hamzah selalu identik dengan kritik. Popularitasnya terbentuk berkat komentar-komentar kritisnya pada rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo. 

Beberapa hari lalu, kunjungan Wakil Ketua DPR RI tersebut ditolak masyarakat Manado, Sulawesi Utara. Sejumlah elemen masyarakat mendatangi Bandara Sam Ratulangi Manado untuk menolak kedatangannya.

Penolakan tersebut dilakukan sebab masyarakat Manado menganggap Fahri adalah salah satu aktor yang ingin memecah belah NKRI. Tidak hanya itu, Fahri juga dinilai sebagai tokoh nasional yang sangat intoleran dengan keberagaman bangsa Indonesia.

Masyarakat Manado mengatakan Fahri adalah sosok yang sangat berbahaya jika keberadaannya di DPR masih tetap ada. Mulut Fahri diibaratkan seperti ular yang mengeluarkan bisa racun. Segala cacian dan nyinyiran yang kerap dikeluarkan oleh Fahri dinilai akan meracuni masyarakat Indonesia untuk saling membenci dan saling tidak percaya dengan perbedaan masing-masing.

Penolakan terhadap anggota dewan yang biasa disebut sebagai penyambung lidah rakyat ini tentu menjadi hal buruk bagi Fahri. Penolakan ini seolah menjadi bukti masyarakat sudah tidak lagi memiliki keparcayaan untuk seorang Fahri.

Mungkin sebagian dari kita juga masih ingat tentang cuitannya Fahri  beberapa waktu lalu mengenai hari santri yang katanya sinting, atau juga cuitan-cuitan lainnya  yang membuat masyarakat semakin kehilangan rasa cintanya terhadap sosok Fahri. Belum lagi ditambah musibah yang pernah menimpa Prabowo gara-gara Fahri dan masih banyak lagi kasus lainnya yang akhirnya menjadikan Fahri harus dipecat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Lagi-lagi, ungkapan “Mulutmu Hariamaumu” adalah ungkapan yang paling tepat untuk orang-orang yang masih senang mengeluarkan cacian, berbicara kasar ataupun yang suka nyinyir. Ya, seperti Fahri ini misalnya, sebab  ucapan yang tidak terkontrol itu akhirnya Fahri dibenci orang. Dan mungkin juga sebagian dari kita menjadi salah satu bagian dari orang yang dibenci banyak orang lain karena sikap dan perkataan kasar kita.

Oleh sebab itu, menjaga ucapan dan berfikir sebelum berkata adalah penting. Apalagi untuk tokoh nasional seperti Fahri Hamzah ataupun yang lainnya. Jika Fahri Hamzah masih keras dengan nyinyiran dan cuitan-cuitan lainnya yang bisa melukai masyarakat lain, maka bisa dipastikan karir politik Fahri ke depan akan lenyap dengan sendirinya. Sebab sudah pasti, tidak akan ada partai yang mau menampung kader yang berpotensi merugikan partainya sendiri.

Namun, terlepas dari kontrovesialnya Fahri, aksi penolakan oleh warga atas kehadiran Fahri di Manado juga menjadi problem tersendiri.Polisi mestinya menjamin keamanan pejabat negara seperti wakil ketua DPE Fahri Hamzah ini. Menghalang-halangi orang untuk berbicara dan berkatifitas tentu bukan sekadar emosional semata.Penegakan hukum harus menjadi kunci.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus