Gaya Diplomasi Presiden Jokowi


Gaya Diplomasi Presiden Jokowi

Setiap presiden mempunyai gaya diplomasi dan komunikasi yang berbeda-beda. Gaya ini juga tidak lepas dari kondisi gejolak politik dan tantangan zaman di masing-masing periode kepresidenannya.

Presiden pertama RI Sukarno, disebut oleh berbagai pihak sebagai presiden yang mempunyai bahasa diplomasi yang paling baik. Selain tegas, Sukarno dianggap mampu memengaruhi dunia internasional dengan penggunaan kata-kata yang menggelora dan menginspirasi pemimpin-pemimpin negara lainnya. Pendek kata, Sukarno adalah orator sejati.

Lain lagi dengan gaya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang terlihat sangat terstruktur, rapi dan elegan. Dengan gaya diplomasi tersebut membuat kepala negara lain segan dan hormat terhadap SBY. Tapi bila kita tinjau lagi mungkin diplomasi tersebut terlalu kaku dan sedikit membosankan. 

Melihat KTT G20 di Hamburg Jerman, beberapa hari yang lalu dan pertemuan Presiden Jokowi dengan kepala negara lain, penulis menilai Presiden Jokowi memainkan diplomasi dengan gaya baru. Presiden Jokowi memanfaatkan perkembangan zaman untuk menunjang diplomasi. Salah satu yang paling terkenal adalah bagaimana Jokowi menggunakan vlog sebagai alat diplomasi dengan kepala negara lain.

Bila kita lihat, ada yang menarik dari  vlog Presiden Jokowi dengan Presiden Turki Receip Tayeb Erdogan. Hal menarik itu terletak pada saat Jokowi bilang ke Presiden Erdogan bahwa dia mempunyai banyak fans di Indonesia. Dari kalimat tersebut, Presiden Jokowi mencoba mengambil simpati Presiden Erdogan. Langkah ini diharapkan mempermudah kerjasama Indonesia dengan Turki.

Vlog memang sangat dimanfaatkan Presiden Jokowi sebagai alat diplomasi dengan kepala negara lain. Hal ini bisa kita lihat dari vlog yang dibuat Presiden Jokowi dengan beberapa kepala negara. Mungkin bagi sebagian orang apa yang dilakukan presiden Jokowi dengan membuat vlog dengan kepala negara lain dinilai kurang sopan dan sedikit tidak etis. Namun, penulis memandang ini adalah gebrakan Presiden Jokowi dalam berdiplomasi. 

Selain bisa mencairkan suasana kedua kepala negara, vlog juga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Netizen tanah air tentu tahu apa saja yang dilakukan presidennya jika bertemu dengan kepala negara lain.

Bahasa yang digunakan presiden Jokowi saat bertemu dengan kepala negara lebih singkat dan tidak berpanjang lebar. Penggunaan bahasa yang singkat, padat, dan jelas selalu digunakan Presiden Jokowi. Kendati Jokowi lebih irit bicara dalam berdiplomasi, tujuan dan maksud yang ingin disampaikan terdengar dengan lugas dan jelas. 

Hal ini layak diapresiasi karena berdampak positif bagi hubungan Indonesia dengan negara lain. Terutama dalam menjaga kepentingan nasional kita terhadap negara lain. Tentu, terkait seberapa efektif model dan gaya diplomasi Presiden Jokowi,  perlu kajian yang lebih mendalam.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus