Pemuda Serukan Kembali Kepada Nilai Pancasila


Pemuda Serukan Kembali Kepada Nilai Pancasila

Sejarah telah membuktikan dan sudah banyak di catat di dalam buku-buku sejarah bahwa pemuda salah satu instrumen penting dalam membangun bangsa dan negara. Pemuda dinilai merupakan kelompok yang berada di tengah, dalam artian pemuda mampu berdekatan dengan rakyat secara langsung dan dapat berhadapan dengan elit. Inilah yang menjadi salah satu keuntungan menjadi seorang pemuda. Oleh karena itu pemuda dinilai harus mampu menjadi pemantik masyarakat dan menggerakannya ke arah yang lebih kritis.

Dalam proses mencapai kebangkitan pemuda sering kali sebuah gerakan hanya terkotak-kotak pada segmentasi kedaerahan dan ikatan identitas lainya. Ini menjadi masalah yang serius, karena akan membuat sebuah pola gerakan yang cenderung tertutup dan tidak ingin menerima apabila sudah beda identitas.

Dalam hal ini kebangkitan pemuda harus disamakan secara nilai, bukan secara gerakan atau identitas yang terpenting adalah ada nilai yang sama  di dalam masing-masing gerakan dari setiap pemuda Indonesia.

Pada 1 Juni 1945 di hadapan peserta sidang, Bung Karno mendapatkan kesempatan terakhir untuk berbicara setelah beberapa golongan beradu argumentasi namun tidak memiliki titik temu. Dengan bernas Bung Karno mengeluarkan semua yang ada dipikiranya, perihal falsafah hidup berbangsa dan bernegara untuk Indonesia. Bung Karno menjelaskan butir-butir Pancasila yang ia klaim telah ada sejak dahulu, karena Bung Karno tidak pernah merasa menciptakan Pancasila. Semua peserta sidang terdiam dan memberikan tepuk tangan ketika Bung Karno menyelesaikan Pidatonya tentang Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila termaktub jelas di dalam pidato Bung Karno tersebut. Ada baiknya setiap elemen kepemudaan mempelajari kembali Pancasila melalui pemikiran-pemikiran Bung Karno sehingga mampu menjadikanya dasar kesamaan dalam mencapai sebuah kebangkitan.

Hal positif seperti ini sudah dilakukan oleh beberapa organisasi kepemudaan. Salah satu yang terus konsisten hingga hari ini adalah sebuah program inisiatif masyrakat sipil yang diberinama Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP). Dengan fokus mencetak pemimpim-pemimpin yang berjiwa nasionalis, KBFP sudah bertahan hingga angkatan ke V dan akan ters berlanjut ke angkatan-angakatan berikutnya. KBFP mengumpulkan seluruh pemuda lintas suku,agama, ras dan daerah dari aceh sampai papua untuk bersama-sama melakukan kegiatan dan pelatihan.

Materi-materi kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila pun menjadi salah satu yang di sajikan dalam program ini, harapanya akan ada pemimpin yang benar-benar memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila

Post a Comments
blog comments powered by Disqus