Alumni 212 Bikin Parpol, Namanya Partai Syariah 212


Alumni 212 Bikin Parpol, Namanya Partai Syariah 212

SIPerubahan, Jakarta – Gerakan aksi Bela Islam 212 pada 2 Desember 2016 lalu ternyata masih terus berlanjut. Gerakan ini memang sukses mengumpulkan umat islam dari seluruh provinsi se Indonesia. Kala itu aksi ini dilakukan untuk menuntut proses hukum kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Setelah sebelumnya sukses membentuk gerakan Koperasi Syariah 212, beberapa bulan berselang, kelompok yang menamakan diri alumnus aksi 212 dan tergabung dalam GNPF-MUI ini mendeklarasikan diri menjadi sebuah partai dengan nama Partai Syariah 212. Deklarasi dilakukan di Gedung Djoeang, Menteng Jakarta Pusat, senin (17/7).

Dikutip dari Indopos, salah seorang penggagas partai bernama  Ma'ruf Halimuddin membeberkan deklarasi Partai Syariah 212 prosesnya berlangsung cepat, karena didorong oleh para alumni yang menginginkan alumni 212 menjadi sebuah parpol.

Ma'ruf mengklaim anggota massa Partai Syariah 212 sudah ada dan tersebar di 34 Provinsi dari Sabang sampai Merauke.

"Selama ini dari Aceh sampai Merauke sudah ada, semuanya sudah ada bukan cuma tingkat provinsi tapi tingkat kabupaten sudah ada," ujarnya.

Ma'ruf menambahkan bahwa semua yang ada di dalam alumnus aksi 212 adalah anggota GNPF-MUI.

Adapun Partai Syariah 212 ini dideklarasikan oleh 7 orang, di antaranya Asmah Ratu Agung, Shidiq, Agung, Ummi Andi, Rulli Munasir, Hafidz, dan Ma'ruf Halimuddin.

Uniknya, Ma’ruf juga membeberkan bahwa proses konsolidasi anggota partai hanya melalui Whatsapp Group (WAG), yang dikoordinir untuk membentuk kepengurusan sampai ke tingkat kabupaten. Namun sejauh ini Partai Syariah 212 belum melakukan estimasi pendataan terkait keanggotaan.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus