Ridwan Kamil Mencari Sekondan


Ridwan Kamil Mencari Sekondan

Tahun depan hiruk pikuk politik akan terjadi di Jawa Barat. Pemilihan gubernur dan wakil gubernur akan digelar di provinsi berpenduduk terbesar se-Indonesia. Pilkada Jawa Barat diprediksi menarik karena banyaknya nama beken yang berebut ingin duduk di Gedung Sate.

Lembaga survei terkemuka, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) telah melakukan polling. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 20 nama dijejerkan ke publik. Mulai dari kandidat yang benar-benar serius ingin maju di Pilgub Jabar seperti Wagub Jabar Dedy Mizwar, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan dai kondang Abdulllah Gymnastiar (Aa Gym), hingga nama-nama lain seperti Agus Yudhoyono dan Susi Pudjiastusi. Bahkan SMRC juga menyertakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman.

Hal ini setidaknya menggambarkan bahwa warga Jabar tak perlu khawatir kekurangan stok nama untuk memimpin tanah Pasundan.

Hasil survei SMRC yang dilakukan medio 17-21 Juni 2017, dikelompokkan di dalam beberapa kategori. Hasilnya seperti prediksi banyak pihak, bahwa Walikota Bandung Ridwan Kamil (RK) unggul di hampir seluruh kategori.

RK hanya kalah di urusan popularitas. Dai beken Aa Gym  paling populer di mata warga Jabar sebesar 96 persen, dan disusul Dedy Mizwar 92 persen, Desi Ratnasari 88 persen, dan Dede Yusuf 84 persen. RK hanya menempati posisi kelima dengan angka 75 persen.

Di kategori lain, RK menyapu bersih menjuarai survei SMRC kali ini. Dari pertanyaan semi terbuka yang diajukan oleh enumenerator, RK berada di peringkat pertama memperoleh 31,4 persen. Jauh mengungguli Dedy Mizwar (13 persen) dan Dedi Mulyadi (12 persen).

Jika kemudian disimulasikan ada 8 nama yang maju, RK juga leading memperoleh angka 35,5 persen. Ditempat kedua Dedy Mizwar (15,6 persen dan Dedi Mulyadi (13,6 persen).

Secara umum sebenarnya hasil rilis SMRC dapat disimpulkan hanya ada 3 nama yang terkuat untuk menjadi calon Gubernur Jabar. Ketiga nama itu adalah Ridwan Kamil, Dedy Mizwar dan Dedi Mulyadi. Ketiga nama ini seolah tak bergeser dari peringkat-peringkat mayoritas kategori survei.

Jika ketiga nama ini yang diadu, didapati hasil 40,5 persen warga Jabar tetap memilih RK sebagai Gubernur baru, unggul tipis dari Dedy Mizwar di angka 32 persen dan Dedi Mulyadi berada di posisi juru kunci dengan angka 16,9 persen.

Simulasi pun berlanjut, jika kemudian RK head to head dengan nama-nama lain. Hasilnya, tetap sama, RK selalu unggul jika dihadapkan langsung dengan nama-nama calon lain. Publik pun tak begitu mempersoalkan partai politik mana yang mengusung “Bapak Jomblo Indonesia” ini. Survei menunjukkan, partai manapun yang mengusung RK, namanya tetap paling unggul dibandingkan kandidat lain.

Setalah mendapati hasil positif dari survei, tugas Ridwan Kamil sesungguhnya selain mematangkan dukungan dari parpol lain selain NasDem, adalah mencari pasangan pendamping. Untuk menjadi sekondan RK, SMRC memperoleh temuan bahwa Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dianggap paling layak untuk menjadi pasangannya.

Kesimpulannya, bila pemilihan gubernur Jawa Barat diadakan ketika survei ini dilakukan, Ridwan Kamil sementara unggul diatas calon-calon lain.

Sampai sejauh ini,Deddy Mizwar adalah penantang paling kuat Ridwan Kamil.SMRC merilis, selisih dukungan Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar di berbagai simulasi antara 8,5%-19,9%.

Ridwan Kamil sejauh ini unggul diatas calon-calon lain karena ia dinilai memiliki kualitas personal yang lebih positif dibanding calon-calon lain (tingkat kedisukaannya paling tinggi). Secara spesifik, Ridwan Kamil juga dinilai lebih perhatian pada rakyat, lebih jujur dan bersih dari korupsi, lebih tegas,dan lebih mampu memimpin dibanding calon-calon lain seperti Dedy Mizwar, Dedi Mulyadi ,atau Aa Gym.

Di luar peta politik ini, temuan menarik SMRC yang patut menjadi perhatian bersama adalah saat ini baru separuh dari pemilih di Jawa Barat yang sudah mengetahui akan ada pilkada untuk memilih gubernur Jawa Barat tahun 2018. Ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi terkait pilkada di Jawa Barat belum massif.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus