Perindo Ubah Haluan, Hary Tanoe Tersandera?


Perindo Ubah Haluan, Hary Tanoe Tersandera?

Kabar mengejutkan datang dari partai pendatang baru, Partai Perindo. Pemiliknya, taipan media Hary Tanoesudibyo mendadak merubah haluan politiknya dengan menyatakan mendukung Presiden Jokowi di Pilpres 2019.

Padahal sebelumnya, Perindo menempatkan diri sebagai partai yang berseberangan dengan pemerintah. Grup MNC Media, dikenal sebagai media yang vokal mengkritisi kebijakan Presiden Jokowi. Di aksi akbar 414 dan 212 tahun lalu, MNC Group adalah media yang paling depan memberitakan soal aksi yang menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok ) di penjara.

Sebelum pindah haluan, Hary Tanoe sebagai Ketua Umum Perindo kerap tampil mesra dengan koalisi partai oposisi seperti Gerindra dan PKS. Saat kemenangan pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, HT- begitu biasa Hary Tanoe di sapa- merupakan salah satu tokoh yang hadir hadir dalam syukuran kemenangan Anies-Sandi. HT saat itu mensejajarkan dirinya dengan Prabowo, Sohibul Iman, dan Aburizal Bakrie, yang merupakan tokoh-tokoh di luar rezim pemerintah.

Lalu apa penyebab HT pindah haluan, mendadak mendukung Presiden Jokowi? Desas-desus yang beredar, hal ini tak terlepas dari kasus yang tengah membelit HT. Seperti diketahui bersama, HT terkena kasus  sms ancaman yang melibatkan seorang jaksa di lingkaran Kejaksaan Agung. Kasus ini menjadi permainan politik, mengingat Gedung Bundar (sebutan untuk kantor Kejagung) dikuasai oleh partai NasDem. Sudah menjadi rahasia umum bahwa, Jaksa Agung saat ini, HM Prasetyo merupakan orang dekat dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Surya Paloh (SP) dan HT dikenal pernah bekerja bersama di awal-awal partai NasDem terbentuk. Saat itu keduanya kompak membangun NasDem dari Ormas kemudian menjadi partai politik. HT dan SP kemudian pecah kongsi, karena perbedaan pandangan politik. HT kemudian menyeberang ke Partai Hanura, lalu mendeklarasikan diri sebagai capres dan cawapres dengan Ketua Umum Hanura Wiranto jelang Pilpres 2014. Namun sayang, capaian suara partai Hanura tidak siginifikan, ditambah popularitas Win-HT (Wiranto-Hary Tanoe) juga sangat rendah, membuat kerja sama keduanya bubar jalan.

HT lalu mendirikan Partai Perindo. Dengan kekuatan media yang dimilikinya, iklan Perindo ke publik begitu massif. HT pun mulai kembali mengintip peluang menjadi Capres atau Cawapres di Pilpres 2019 mendatang. Garis politik awalnya, bergabung dengan barisan oposisi pemerintah. Namun kini, mendadak HT mengubah haluan politiknya.

Ditenggarai, operasi politik barisan pendukung pemerintahan Jokowi sudah mulai berjalan. Pilpres 2019 tinggal dua tahun lagi. Tahun depan, gejolak politik sudah akan mulai terlihat. Barisan presiden Jokowi sudah mulai merapatkan barisan, mengkonsolidasikan kekuatan dan membujuk semua yang berada di luar pemerintahan untuk bergabung. Diketahui, Partai Demokrat merupakan salah satu partai yang dibujuk untuk mau bergabung dengan pemerintahan, agar Jokowi semakin kuat sebagai petahana di 2019.

Pilihan politik Perindo bergabung dengan pemerintah, menyatakan diri mendukung Jokowi di Pilpres 2019 tentunya ada kalkulasi politik yang dihitung oleh HT. Sebagai penguasaha kawakan, HT tentu telah berhitung, mana yang lebih menguntungkan bagi dirinya dan Perindo jelang Pemilu 2019. Ditambah dengan bumbu kasus yang menderanya, hitung-hitungan dari HT bermuara pada banting stir, dari oposisi menjadi pendukung pemerintah.

Menarik kemudian kita tunggu, apakah Perindo mendapat tempat yang layak di barisan pemerintah. Partai NasDem dan Hanura, yang sejak sedari awal memang merupakan pengusung presiden Jokowi, tentu tidak akan rela pengaruh mereka berkurang hanya karena kehadiran partai baru bernama Perindo. Dua partai ini paling berpotensi bergesekan dengan Perindo karena sama-sama memiliki sejarah dengan HT.

Terlepas dari itu semua, menarik kita saksikan, pemerintahan Jokowi nampaknya akan makin kuat, terutama di sisi pencitraan publik, mengingat dua taipan media (HT dan SP) berada di barisan rezim Jokowi.

 

Post a Comments
blog comments powered by Disqus