Cara KAHMI Yakinkan Presiden Tetapkan Lafran Pane Pahlawan Nasional


Cara KAHMI Yakinkan Presiden Tetapkan Lafran Pane Pahlawan Nasional

Ada fakta menarik dari Bobby Nasution, calon Menantu Presiden Jokowi. Ya, pria yang akan mempersunting Kahiyang Ayu, anak Kedua orang nomor satu di Republik itu adalah anak dari almarhum Erwin Nasution, yang juga merupakan anggota Majelis Penasehat Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara.

Hal itu diungkap Ketua Majelis Penasihat KAHMI, Akbar Tanjung saat menemani  50 Orang pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dipimpin Prof. Mahfud MD, di Istana Merdeka, Jumat (3/11/2017).

Maksud Pertemuan dengan Presiden Jokowi itu ialah mengundang Presiden untuk menghadiri Munas KAHMI, di Medan 18 November 2017 nanti. Selain itu, KAHMi juga ingin meminta Pemerintah untuk segera menetapkan Pendiri HMI, Prof Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional.

Dalam tulisannya di Republika, Andi F Jollong, Anggota Majelis Nasional KAHMI mengungkapkan isi pertemuan itu. Bang Akbar, kata Andi, menyampaikan ke Presiden Jokowi terkait usulan penganugerahan Pahlawan Nasional Prof Lafran Pane sudah diajukan sejak dua tahun.  Bang Akbar bercerita secara detail tentang sejarah perjuangan Lafran Pane dan telah diadakan seminar di berbagai perguruan tinggi di 27 Propinsi, juga telah mendapatkan dukungan berbagai pihak. Bang Akbar juga menyatakan bahwa Pendiri PMKRI dan GMKI sudah menjadi Pahlawan Nasional. Lalu di penutup pembicaraan, Bang Akbar Tanjung menyatakan bahwa sudah mendengar pemerintah menetapkan tiga pahlawan nasional,  lalu Bang Akbar menyatakan: “Lalu tahun ini Prof  Lafran belum diajukan sebagai Pahlawan Nasional maka saya berharap tahun depan Prof Lafran jadi Pahlawan Nasional,” pinta Bang Akbar.

Setelah itu, Presiden Jokowi menjawab dan memberi penjelasan bahwa sudah ada penetapan Pahlawan Nasional,  dan Pak Lafran tidak termasuk dan meminta maaf karena Prof. Lafran belum menjadi Pahlawan Nasional.

Di sinilah kemudian terjadi tanya jawab antara Pak Mahfud,  Presiden Jokowi dan Bang Akbar, suasana dialog sangat cair dan sumringah diiringi senyum dan tawa Presiden dan audiens. Selanjutnya Pak Jokowi ngomong, gak pernah ada yang membisikkan ke saya agar Pak Lafran Pane jadi Pahlawan Nasional.

Pak Mahfud langsung menimpali 50 orang di hadapan Pak Presiden sekarang menjadi pembisik Pak Presiden dan Jokowi tersenyum-senyum.

Akhirnya Jokowi bertanya ke Praktikno, Mensesneg, yang duduk di sebelahnya. “Apa penetapan Pahlawan itu sudah saya tandatangani,’’ kata Presiden. Dan Pratikno menjawab: “Belum Pak tapi suratnya sudah di atas meja Bapak.” 

Lalu Jokowi sambil ngomong ke Praktikno dan mengatakan sudah banyak Pahlawan Nasional yang berasal Jogyakarta. Mendengar pernyataan Presiden, Pak Mahfud langsung menimpali sembari bercanda:

“Kalau bisa dianggap saja Pak Presiden,  bahwa Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional berasal dari Tapanuli Selatan. Ini karena sebelumnya Pak Jokowi menyampaikan bahwa beliau sudah menjadi bagian keluarga besar Tapanuli Selatan.”

Bang Akbar kemudian ikut menimpali juga dengan mengatakan calon besan Pak Presiden, Erwin Nasution juga alumni HMI atau  anggota KAHMI. Setelah itu,  dia kemudian meminta Ketua KAHMI Sumut, Murlan Tamba berdiri dan menyampaikan bahwa Erwin Nasution ada Akhirnya Presiden Jokowi meminta Praktikno agar malam ini diadakan Rapat dengan pihak terkait. Selanjutnya, kata Presiden Jokowi, “Saya menetapkan Prof Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional dan nanti tanggl 9 November surat penetapannya saya akan tandatangani.”

Spontan gemuruh tepuk tangan dan teriakan takbir Allahu Akbar membahana di Istana Negara dari peserta audiensi KAHMI. Situasi gemuruh suara takbir ini berlangsung berulang kali.

Ya, jika bukan karena kemampuan berdiplomasi dan negoisasi Bang Akbar yang sudah paten teruji selama menjadi Aktivis HMI dan malang melintang sebagai politisi kawakan, bisa saja penetapan Pendiri HMI Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional akan kembali tertunda mengingat pertimbangan Pahlawan dari Jogja sudah banyak. Untunglah Prof. Mahfud menyebut kalau begitu dimasukkan saja jika Almarhum Lafran Pane berasal dari Tapanuli Selatan.

Selain itu, ditambah lagi penekanan dari Bang Akbar dengan pendekatan emosionalnya, ia memberitahukan kepada Presiden, bahwasannya calon Besannya adalah almarhum Erwin Nasution yang juga mantan aktivis HMI Universitas Sumatera Utara, dan hingga akhir hayatnya tercatat sebagai Penasihat KAHMI Sumut. Baru di titik itulah Presiden Jokowi langsung mengamini penganugerahan Prof. Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional.

 

 

FOTO: ISTIMEWA

Post a Comments
blog comments powered by Disqus