HUT ke-72 Brimob di Ambon Kental Nuansa Politis


HUT ke-72 Brimob di Ambon Kental Nuansa Politis

Nuansa politis begitu kental dalam Perayaan HUT Korps Brimob ke 72 di Kota Ambon. Pasalnya, Komandan Korps Brimob, Irjen Pol Murad Ismail akan maju sebagai Bacagub dalam Pilgub Maluku di Pilkada serentak 2018 nanti.

Saudara saya yang juga seorang Anggota Brimob mengaku heran dengan penempatan Ambon sebagai tempat peringatan HUT Brimob. Karena tradisinya, Mako Brimob Kelapa Dua Depok kerap menjadi tempat Peringatan HUT Brimob. Namun apa daya. Sebagai Prajurit, semua harus tunduk terhadap Pimpinan. 

Dalam sebuah status Facebook, seorang kawan yang merupakan Tim Sukses Dankor Brimob Irjen Pol Murad Ismail menulis, "Kedatangan Kapolri, Panglima TNI & KaBIN di Kota Ambon utk HUT Brimob ke 72 tak ada Ucapan selamat dari Pemprov Maluku. Why ?" Mungkin maksud kawan saya itu, apakah karena gengsi atau merasa sebagai rival, sang petahana tak mengucapkan selamat. Kata dia, belum melihat satu pun spanduk resmi dari Pemprov Maluku untuk HUT Brimob.

Isu politis yang merebak dalam perayaan HUT Brimob tersebut sudah dibantah Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kapolri asal Palembang tersebut menegaskan, tidak ada agenda politik tertentu dari upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Korps Brigade Mobil (Brimob) yang dipusatkan di Kota Ambon, Selasa (14/11).
Penegasan ini disampaikan Kapolri menjawab wartawan di halaman Markas Kepolisian Daerah Maluku seusai memberikan pengarahan kepada jajaran Polda Maluku, Senin (13/11) siang.

"Jadi tidak ada agenda politik apa pun (HUT Brimob di Ambon). Saya memberikan arahan kepada jajaran anggota Polda tidak ada urusan politik apa pun juga, ini murni masalah kepentingan pengamanan wilayah Indonesia," kata Kapolri.

Tito mengungkapkan tahun ini, pihaknya sengaja menggelar upacara peringatan HUT ke-72 Brimob di Kota Ambon dari biasanya di Jakarta. Tujuannya, menurut Kapolri, Ambon merupakan kota yang sangat strategis menjadi pusat pangkalan gerak untuk mem-back up daerah-daerah lainnya di Indonesia Timur.

Kapolri menyebutkan, di sejumlah wilayah Indonesia Timur yang dekat dengan Ambon yakni, Maluku Utara, Papua memiliki sejumlah kerawanan keamanan. Di Papua, memiliki kerawanan yang tinggi, masalah Pilkada belum selesai dan masih adanya kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Sedangkan di Maluku Utara juga rawan penetrasi jaringan-jaringan dari Filipina Selatan.

"Tempat yang paling strategis untuk mengkover, mem-back up wilayah-wilayah itu adalah Ambon. Kalau dari Sulawesi Selatan terlalu jauh, apalagi Jakarta," kata Kapolri.

Ambon, menurut Tito, juga lengkap infrastrukturnya. Di Ambon ada gubernur, ada Kodam 16 Pattimura, serta jajarannya, ada Polda Maluku dan jajarannya. Sehingga, jika terjadi gangguan keamanan di wilayah Indonesia Timur, pergerakan pasukan, termasuk Brimob, dari Ambon ke wilayah-wilayah tersebut lebih cepat.

"Karena sistem manajemen profesional Polri, kalau satu daerah tidak bisa, kerepotan, maka akan di-back up daerah lainnya. Sehingga kalau di-back up dari Jakarta terlalu jauh. Jadi kita bisa tempatkan pasukan di Ambon dalam rangka back up daerah lainnya di Indonesia Timur," kata Kapolri.

Karena itu, lanjut Tito, tidak ada agenda politik tertentu dari HUT Brimob Polri di Kota Ambon. Upacara Peringatan HUT ke-72 Brimob dipusatkan di Lapangan Upacara Polda Maluku Letkol Pol (Pur) CH Tahapary Tantui Ambon dengan inspektur upacara Kapolri.

Sejumlah pejabat negara dan menteri akan hadir dalam upacara perayaan HUT Brimob di Ambon. Dalam upacara akan dimeriahkan berbagai atraksi untuk menghibur warga Kota Ambon. Sejumlah kegiatan juga sudah digelar sebelumnya, di antaranya bakti sosial dan fun bike Brimob.

 

 

Foto: Okezone

Post a Comments
blog comments powered by Disqus