Bantah SBY, Anas Urbaningrum Tulis Sepucuk Surat

Comments 221 Views Views


Bantah SBY, Anas Urbaningrum Tulis Sepucuk Surat

SIPerubahan - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah adanya pertemuan di L‎embaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, untuk menyeret mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pusaran korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Bantahan serta klarifikasi itu diungkapkan Anas melalui sebuah surat yang disebarkan di akun media sosial Twitter resminya. Surat tersebut sengaja disebarkan oleh kerabat Anas saat mengujungi Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

“Awalnya saya geli dengar cerita ada tuduhan pertemuan di Sukamiskin untuk merancang fitnah kepada Pak SBY dan Mas Ibas,” tulis Anas dalam suratnya, dikutip dari Twitter @anasurbaningrum, baru-baru ini.

Anas pun mengaku heran atas hal lucu yang dilakukan oleh SBY tersebut. Alasannya, ia tak mau ikut campur permasalahan e-KTP yang menyebut nama SBY dalam persidangan dengan terdakwa Setya Novanto.

Adapun, isi surat resmi yang tersebar luas di dunia maya itu sebagai berikut :

1. Awalnya saya geli dengar cerita ada tuduhan pertemuan di Sukamiskin untuk merancang fitnah kepada Pak SBY dan Mas Ibas.

2. Tetapi karena menjadi berita luas, dagelan itu perlu diluruskan, karena bisa menyesatkan.

3. Jelas bahwa tidak pernah ada pertemuan di Sukamiskin yang dihadiri oleh Anas Urbaningrum, Firman Wijaya, Mirwan Amir, dan Saan Mustofa.

4. Terpikir untuk bikin pertemuan saja tidak pernah, tidak ada hujan besok tiba-tiba ada banjir hoax.

5. ‎Itu cerita hoax berasal dari surat hoax yang entah dibikin oleh siapa. Tapi jelas disebarkan oleh siapa saja.

6. Mudah banget untuk membuktikan pertemuan itu fakta atau hoax. Ada CCTV, buku tamu, dan banyak warga yang bisa ditanya.

7. Hoax kok dipercaya dan disebarkan. Lalu kemana kampanye anti hoax dan fitnah yang belum lama dideklarasikan.

8. Hoax juga disebarkan hampir bersamaan dengan narasi jihad untuk keadilan. Ada kontradiksi yang nyata di antara keduanya.

9. Citra kekuasaan, ketenaran dan kekayaan boleh dicapai. Tapi caranya tidak mesti dengan menista orang lain dengan hoax dan tuduhan konspirasi fitnah.

10. Keadilan mesti diperjuangkan dengan cara-cara yang sejalan dengan makna keadilan itu sendiri.

Dari isi surat tersebut, di bawahnya tertulis jelas nama Anas beserta bubuhan tanda tangan. Tertulis surat tersebut dibuat pada 10 Februari 2018 menggunakan sebuah kertas dengan tulisan tangan.

Sementara itu, kolega Anas Urbaningrum, Tri Dianto membenarkan bahwa surat yang tersebar di medsos tersebut merupakan hasil buah tangan Anas sendiri. Perseteruan SBY dan Anas pun kembali menghangat.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus