Penandatanganan Pakta Integritas Golkar dengan KPK

Comments 84 Views Views


Penandatanganan Pakta Integritas Golkar dengan KPK

SIPerubahan - Partai Golkar menggelar Rapat Konsultasi Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah dan calon kepala daerah seluruh Indonesia yang diusung Golkar di Hotel Sultan, Jakarta.

Ketum Golkar Airlangga Hartarto menyatakan nantinya acara tersebut akan diisi oleh Ketua KPK Agus Rahardjo dan Mendagri Tjahjo Kumolo. Selain itu, Golkar akan melakukan penandatanganan pakta integritas dengan KPK.

Dalam pakta integritas itu nantinya akan berisi sanksi tegas bagi kepala daerah atau calon kepala daerah yang tersangkut kasus hukum.  Total dari 175 kepala daerah dan calon kepala daerah yang diusung Golkar, terdapat 122 orang yang datang dalam acara rapat konsultasi tersebut.

Rapat ini akan mendukung langkah untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi (KKN). Airlangga pun hadir bersama sejumlah elite partai Golkar.

"Selamat datang Pak Gubernur Maluku, Gubernur Riau, Gorontalo, Wagub Banten, dan para Bupati/Wabup. Rapat ini untuk menegaskan kembali untuk menciptakan pemerintahan yang kuat, bersih dan transparan," demikian ujar Airlangga dalam kata sambutannya, hari ini Senin (19/02/2018).

Sesuai dengan tagline baru Golkar yakni Golkar bangkit, Golkar Jaya, Golkar maju, Golkar menang. Airlangga mengingatkan kepada para kadernya di daerah untuk memimpin daerah sesuai dengan amanat rakyat. Jika kadernya terlibat masalah, maka sanksi tegas akan diberlakukan.

"Kita punya program Catur Sukses yakni menang Pilkada, Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres), dan menuju masyarakat Indonesia sejahtera. Sanksinya tegas bahwa apabila mendapat persoalan itu langsung ditarik," katanya lagi.

Sementara itu masih di tempat yang sama, Wasekjen DPP Golkar Sarmuji menjelaskan, rapat tersebut direncanakan sudah lama. Menurut ia, sudah kewajiban DPP untuk mengingatkan kader khususnya pejabat di pemerintahan agar tidak terlibat kasus korupsi. (Dbs)

Post a Comments
blog comments powered by Disqus