KBFP : Gerakan Sosial Baru Untuk Indonesia


KBFP : Gerakan Sosial Baru Untuk Indonesia

Reformasi menjadi simbol keluarnya Indonesia dari sistem otoriter ke arah demokrasi. Walaupun demokrasi di Indonesia belum mencapai taraf ideal, setidaknya sudah banyak upaya yang dilakukan masyarakat sipil untuk berperan mengkonsolidasikan diri untuk mencapai demokrasi yang ideal.

Salah satu bukti nyata, hadirnya organisasi-organisasi atau lembaga swadaya masyarakat yang terorganisir dengan baik. Setidaknya ini menjadi salah satu faktor yang kelak akan berperan dalam membentuk sistem pemerintahan yang ideal, harapanya masyarakat mampu sadar dan sanggup berpikir secara kritis untuk membangun bangsa dan negaranya.

Mendirikan organisasi masyarakat atau membuat lembaga swadaya masyarakat merupakan hal yang sangat positif. Akan tetapi sebuah organisasi tidak akan mampu bertahan lama tanpa cara dan gerakan yang mengikuti perkembangan zaman.

Di era yang modern seperti ini perlu ada sebuah platform gerakan yang mengusung isu-isu populisme dan dikemas dengan gaya yang baru. Sehinga ketahanan sebuah organisasi dapat di prediksi melalui platform yang dibuat pada awal proses pendirian organisasi tersebut.

Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) merupakan salah satu  gerakan sosial baru yang fokus pada kaderisasi kepemimpinan di Indonesia. Dikemas dengan gaya kekinian tidak membuat KBFP luntur dengan fokus kebangsaannya.

KBFP menyusun sebuah platform yang sangat kuat secara fundamental yang diharapkan mampu mencetak kader-kader bangsa yang memppuni untuk menjadi pemimpin di segala lini kehidupan sosial, politik dan ekonomi.

Sehingga pemuda-pemuda tersebut dapat berjejaring dan mulai mengkonsolidasikan diri untuk menciptakan iklim perubahan ke arah yang lebih ideal di Indonesia.

Indonesia saat ini hanya butuh kolaborasi dari berbagai elemen. Sudah saatnya memberikan dukungan terhadap semua gerakan, selagi gerakan tersebut sesuai dengan ideologi bangsa dan negara. Dan yang paling penting adalah bagaimana mengelola gerakan tersebut sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai yang akan di persembahkan untuk bangsa dan negara.

 Memadukan nilai-nilai kekinian tidak serta merta akan mengganggu tujuan atau bahkan menghilangkan fokus. Semua harus mampu di kolaborasikan dan dikelola secara baik sehingga akan terjadi iklim yang seimbang di dalam sebuah gerakan.

Jangan sampai gerakan yang dibangun untuk bangsa dan negara hanya di cap sebagai gerakan kuno dan tidak memiliki tujuan yang jelas dan terukur.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus