Orang ini Mengira Kebakaran di DPR terjadi di Ruangan Setnov


Orang ini Mengira Kebakaran di DPR terjadi di Ruangan Setnov

Langit berawan, tidak panas tidak hujan, sekira Pukul 11, Selasa (14/11) siang. Gedung DPR Selasa siang itu relatif sepi karena sebagian besar Anggotanya masih Reses di Dapilnya.

Sebagai wartawan yang sehari-hari meliput di DPR, saya sengaja datang agak siang. Laju motor saya berhenti di lampu merah pertigaan Hotel Mulia Senayan, Lapangan Tembak dan Kantor Kemenpora. Belum lama lampu merah menyala, sirine 2 mobil pemadam kebakaran meraung-raung memecah telinga.

Dengan kecepatan tinggi sembari mengklakson sejumlah kendaraan yang berhenti di lampu merah itu, mobil Damkar membuat saya ikutan menerabas lampu merah. Meski kendaraan dari arah berlawanan tetap melaju dan harus ngerem mendadak daripada diseruduk mobil damkar.

Saya pikir kedua armada andalan para petugas Damkar itu akan menuju ke Pasar Palmerah yang memang sering kebakaran. Ternyata mereka searah dengan saya: Gedung DPR.

Sesampainya di pos belakang parkiran motor gedung DPR, saya bertanya ke Pamdal yang berjaga, kebakaran dimana. Pamdal bilang Nusantara III. Batin saya bilang itu kan ada ruangan Pimpinan DPR. Tak lama saya membatin, ada seorang pemotor lain di samping saya saat masuk pos penjagaan berseloroh mendengar percakapan saya dengan Pamdal DPR. 

"Ruangannya Setnov kali yang kebakaran. Buat hilangin alat bukti e-KTP," celetuk pemotor yang saya tak kenali, apakah tamu, Staf, karyawan DPR ataukah seprofesi dengan saya.

Sesampainya di Nusantara I, saya kembali memastikan kepada Pamdal lain apa penyebab kebakaran di Nusantara III. Mereka pun geleng-geleng kepala, seperti menutupi sesuatu. Saya yang kepo langsung menuju TKP. Terlihat di depan gedung Setjen DPR ada sekira 3 mobil Damkar, dan saya terus berjalan ke Nusantara III, di sana juga ada beberapa mobil Damkar yang standby di depan lobi masuk ke ruang Pimpinan DPR. Dan di depan pintu lift akses menuju ruang Pimpinan, penjagaan begitu ketat. Ada polisi dan Pamdal berjaga agar wartawan tidak boleh meliput. 

Ternyata sumber kebakaran dari korsleting pendingin ruangan di ruang Kelompok Kerja Sipil, lantai 2, gd. Nusantara III.

Terlihat Wakil Ketua Komisi III dan pegawai DPR turut dievakuasi. Tidak ada korban dalam kebakaran tersebut. Hanya da beberapa yang pingsan karena menghisap asap atau panik. 

Dan yang jelas, tudingan seorang pemotor yang berpapasan dengan saya di pos parkiran belakang, dengan menuding kebakaran terjadi di ruang Ketua DPR Setnov tidak benar. So, benci boleh, tapi ya jangan su'udzon gitu donk. Fadli Zon aja gak pernah su'udzon sama Pemerintah, cuma sering nyinyir aja. Hehe..

Post a Comments
blog comments powered by Disqus