Perluasan Pasar Ekspor Tingkatkan Daya Saing Secara Global


Perluasan Pasar Ekspor Tingkatkan Daya Saing Secara Global

Kerja sama yang dilakukan oleh Indonesia dan Uni Eropa mampu mendorong pelaku industri untuk lebih kreatif dalam hal produksi. Dimana Pemerintah Indonesia telah melakukan perluasan pasar ekspor dan mendorong tiga produk unggulan yaitu pakaian, tekstil dan sepatu.

Langkah ini seiring upaya Indonesia yang tengah melakukan negosiasi dengan Uni Eropa terkait perdagangan dan investasi kedua belah pihak. Negosiasi dilakukan melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Uni Eropa dan Indonesia. Perjanjian ini juga salah satunya untuk mengantisipasi resolusi parlemen Uni Eropa yang dapat mengganggu proses kerjasama kedua belah pihak.

Saat ini, ketiga produk tersebut (clothing, footwear dan tekstil) yang di ekspor ke Uni Eropa masih dikenakan bea masuk sebesar 12 persen, sedangkan minyak kelapa sawit nol persen, kecuali beberapa produk turunannya yang terkena bea masuk hanya sekitar 10 persen. Dengan kerja sama ini diharapkan adanya pembebasan bea masuk,  sehingga hal tersebut menjadi peluang besar bagi industri Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang. Misalnya, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional yang telah mampu menunjukkan daya saingnya di tingkat global. Sektor yang menjadi andalan ini telah terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional.

Menteri Airlangga sempat meminta perundingan dari Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU CEPA) dapat lebih seimbang untuk kedua belah pihak. Negosiasi ini telah memasuki putaran ketiga yang dilaksanakan di Brussel pada September 2017 lalu.

Peraturan-peraturan yang telah disepakati tersebut sesungguhnya dapat memberikan keuntungan ekonomis yang terukur. Seperti misalnya akses pasar yang lebih luas sebagai insentif bagi pihak yang dapat memenuhi kriteriasustainability.

Di bidang investasi non-migas sendiri, Uni Eropa menjadi penanam modal terbesar ke-4 di Indonesia setelah Singapura, Jepang, dan Tiongkok pada tahun 2016. Nilai investasinya mencapai USD 2,6 miliar atau naik dibanding tahun sebelumnya sebesar USD 2,26 miliar.

Investor dari negara-negara Uni Eropa yang melakukan investasi di Indonesia didominasi oleh Belanda, Inggris, dan Perancis. Lokasi yang menjadi tujuan utama investasi ke provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Nusa Tenggara Barat.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus