Peran Industri Pulp dan Kertas di Pendidikan Vokasi


Peran Industri Pulp dan Kertas di Pendidikan Vokasi

Kementerian Perindustrian terus mendorong industri nasional agar berperan aktif dalam pengembangan program pendidikan vokasi antara lembaga pendidikan dengan dunia kerja. Selain bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap pakai sesuai kebutuhan perusahaan, hasil program vokasi ini juga mampu meningkatkan daya saing industrinya. 

PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) merupakan perusahaan yang telah mendukung upaya dalam penyediaan sumber daya manusia industri yang kompeten dengan melibatkan perguruan tinggi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Menperin menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembangunan Gedung Baru Program Vokasi Pulp dan Kertas senilai Rp24,8 miliar. Langkah sinergi ini dilakukan oleh PT RAPP, Tanoto Foundation,  dan Universitas Riau.
 
Pembangunan gedung dan prasarana perkuliahan yang didukung dengan fasilitas laboratorium lengkap ini diharapkan tidak hanya mampu memberi sumbangsih kepada negara secara ekonomi, namun juga terhadap peningkatan kualitas SDM. Hal ini agar Indonesia memiliki daya saing yang tinggi, khususnya di sektor industri pulp dan kertas.

Industri pulp dan kertas berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, sehingga ditetapkan sebagai salah satu sektor yang diprioritaskan pengembangannya. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional yang memiliki keunggulan komparatif, terutama terkait bahan baku, dimana produktivitas tanaman kita jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara pesaing yang beriklim subtropis.

Negara North America dan Scandinavia (NORSCAN) merupakan pemasok utama pulp dan kertas di dunia yang menunjukkan kecenderungan produksi yang semakin menurun. Saat ini telah bergeser ke Asia Tenggara terutama Indonesia serta negara-negara Amerika Latin seperti Chili, Brasil, dan Uruguay.
 
Kemenperin mencatat, daya saing industri pulp dan kertas Indonesia di kancah internasional cukup terkemuka, di mana industri pulp menempati peringkat ke-10 dan industri kertas di posisi ke-6 dunia, sementara di Asia menduduki tangga ke-3 untuk industri pulp dan kertas. 

Hal ini bisa dilihat dari peranannya dalam perekonomian nasional, yaitu kontribusi dalam ekspor yang mampu mencapai USD 5,1 miliar pada tahun 2016. Sementara itu, berdasarkan data sampai dengan kuartal III tahun 2017, ekspor pulp dan kertas meningkat 18,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Selanjutnya, kontribusi industri pulp dan kertas terhadap pembentukan PDB pada triwulan III tahun 2017 sebesar 0,71 persen.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus