Ustad Arifin Ilham Melawan ‘Hoax’

Comments 107 Views Views


Ustad Arifin Ilham Melawan ‘Hoax’

SIPerubahan - Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘hoaks’ atau ‘hoax’ merupakan ‘berita bohong.’ Dalam Oxford English dictionary, ‘hoax’ didefinisikan sebagai ‘malicious deception’ atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’. Sementara Netizen mendefinisikan ‘hoax’ sebagai ‘berita yang tidak saya sukai’.

‘Hoax’ bukan sesuatu yang baru, dan sudah banyak beredar sejak Johannes Gutenberg menciptakan mesin cetak pada tahun 1439 silam. Sebelum zaman internet, ‘hoax’ bahkan lebih berbahaya dari sekarang karena sulit untuk diverifikasi.

KH M Arifin Ilham menuturkan, orang yang menyebarkan fitnah (hoax) dan yang menerima hoax adalah orang yang tidak ber-tabayyun, karena kita sebagai umat Islam yang baik tentunya tidak akan mempercayai adanya hoax, apalagi kita menelan mentah-mentah isu tersebut, sungguh suatu kerugian bagi seorang muslim.

Dalam Al-quran Surat Al-hujarat ayat 6 telah dijelaskan, artinya, “Hai orang -orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu brita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Alquran jelas menarangkan Jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita) (maka periksalah oleh kalian) kebenaran beritanya itu, apakah ia benar atau berdusta.

Ustad Arifin Ilham memberikan contoh Nabi Muhammad SAW melakukan tabayyun saat menerima informasi negatif. Saat itu, Rasulullah mendapat informasi dari Haris bin Utbah tentang Bani Mustaliq yang menolak pungutan zakat.

"Beliau tabayun, beliau perintahkan Khalid bin Walid untuk mengecek. Dan ternyata, Haris bin Utbah tidak sampai ke Bani Mustaliq. Coba bayangkan jika sebaliknya, ditelan berita fitnah, dari Haris bin Utbah ini. Seingga terjadi permusuhan, perpecahan, bahkan perang, itulah pentingnya tabayun," imbaunya memberikan nasihat. 

Menurut suatu qiraat dibaca Fatatsabbatuu berasal dari lafal Ats-Tsabaat, artinya telitilah terlebih dahulu kebenarannya agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum menjadi Maf'ul dari lafal Fatabayyanuu, yakni dikhawatirkan hal tersebut akan menimpa musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya menjadi hal atau kata keterangan keadaan dari Fa'il, yakni tanpa sepengetahuannya yang menyebabkan kalian membuat kalian (atas perbuatan kalian itu) yakni berbuat kekeliruan terhadap kaum tersebut (menyesal) selanjutnya Rasulullah SAW mengutus Khalid kepada mereka sesudah mereka kembali ke negerinya.

Ternyata Khalid tiada menjumpai mereka melainkan hanya ketaatan dan kebaikan belaka, lalu ia menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW.  Ustad Arifin meminta umat Islam untuk meneladani sikap Rasulullah dalam tabayun. Dia meminta umat Islam untuk tak menelan informasi secara mentah-mentah.

Dari beberapa contoh di atas, Ustad Arifin mengajak umat muslim untuk bersama menentang hoax. Dia berharap kita bisa menyelamatkan diri dari hoax.


 

Post a Comments
blog comments powered by Disqus