Indonesia Siap Sambut ‘Tamu Kehormatan’ Asian Games 2018

Comments 75 Views Views


Indonesia Siap Sambut ‘Tamu Kehormatan’ Asian Games 2018

SIPerubahan - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah meninjau persiapan Asian Games 2018, hari ini Kamis (22/02/2018). Beberapa venue yang akan digunakan untuk atlet Asian Games dicek oleh Saefullah.

Saefullah diagendakan meninjau Wisma Atlet, Depo LRT Kelapa Gading, dan venue pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Ikut mendampingi Dinas Bina Marga DKI Yusmada Faizal, Kepala Dishub DKI Andri Yansyah, dan Asisten Pembangunan Sekda DKI Gamal Sinurat.

Saefullah pun mengawali pengecekan di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Selanjutnya, ia juga memantau Kali Sunter yang berada di sekitar Wisma Atlet. Usai dari Wisma Atlet, ia melanjutkan pengecekan ke depo LRT Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia pun ikut rapat dengan jajaran Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku kontraktor dari LRT.

Di kesempatan berbeda, pemerintah memastikan ada 15 venue di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) untuk perhelatan Asian Games 2018 yang sudah rampung. Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Ketua Pengarah Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018 atau Panitia Nasional Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) menegaskan dua bulan sebelum Asian Games semua venue sudah selesai.

“Rapat rutin ini evaluasi tiga hal. Salah satunya yakni kemajuan venue dan kami optimistis kesiapan venue tidak ada halangan. Insya Allah dua bulan sebelum event semua sudah selesai," jelas JK dalam keterangan resminya, Rabu (21/02/2018) kemarin.

JK kembali menyatakan dari hasil test event yang sudah berjalan, diketahui ada yang sudah baik dan ada yang perlu diperbaiki. Adapun evaluasi ketiga menyangkut prestasi nasional, yang mana pembicaraan mengenai target prestasi sudah selesai dan mudah-mudahan bisa terpenuhi.

Sebanyak 82 venue disiapkan yang terbagi dalam 31 venue oleh Kementerian PUPR, 14 venue oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, 13 venue oleh Pemprov Sumatera Selatan, 2 venue oleh Pemprov Jawa Barat, dan 22 venue oleh INASGOC.

Selanjutnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono selaku Ketua Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana menuturkan pembangunan dan renovasi 15 venue olahraga yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR di Kompleks Gelora Bung Karno sudah 100 persen selesai.

Berikutnya, venue dayung dan shooting range di Kompleks Jakabaring Sport Center (JSC), Palembang telah selesai dan Wisma Atlet Kemayoran juga telah rampung. Saat ini, pekerjaan yang masih diselesaikan oleh Kementerian PUPR di ketiga kawasan tersebut adalah penataan kawasan.

Terkait bak pasir yang digunakan untuk olahraga lompat jauh dan lompat jangkit, Basuki mengatakan sudah dilakukan pertemuan untuk membahas perbaikan yang diperlukan dengan memperhatikan Stadion Utama GBK sebagai cagar budaya.

Di samping melakukan pembangunan dan rehabilitasi venue olahraga dan wisma atlet sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, Kementerian PUPR juga mendapatkan tugas tambahan untuk membangun venue layar dan jetski di Ancol serta tempat parkir elevated dan cofftea house di Kompleks GBK.

Adapun progres fisik per 17 Februari 2018, untuk venue jetski dan layar mencapai 2,71 persen dan ditargetkan rampung pada Agustus 2018. Sedangkan, elevated parking dan cofftea house mencapai 7,61 persen dengan target rampung Agustus 2018.

Beberapa venue tambahan lainnya juga dikerjakan Kementerian PUPR yaitu renovasi padepokan silat, renovasi 11 venue di Jawa Barat berupa lapangan sepakbola, slalom kano, dan paragliding akan rampung pada Juni 2018.

Untuk venue equestrian yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta, perkembangannya sudah 98 persen. Untuk velodrome, telah rampung 83 persen dan akan kelar pada Juni 2018. Adapun renovasi 10 GOR di Jakarta sudah selesai 23,44 persen dan dijadwalkan rampung pada Maret 2018.

Di Kompleks JSC, Pemprov Sumatera Selatan telah menyelesaikan venue bowling, Stadion Gelora Sriwijaya, Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Stadion Atletik JSC, Stadion Ranau untuk sepak takraw, Stadion Dempo, stadion tenis, arena voli pantai, aquatic center, sport science center, venue untuk triathlon.

Secara keseluruhan, terdapat 40 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan. Sebanyak 29 cabor dipertandingkan di DKI Jakarta, 11 cabor di Sumatera Selatan, dan 6 cabor di Jawa Barat.

Infrastruktur untuk Kemajuan Negeri

Selain diharapkan mendukung pencapaian prestasi atlet-atlet Tanah Air, pembangunan serta perbaikan venue-venue tentunya meningkatkan kualitas serta estetika bangunan menjadi representatif dan bertaraf dunia.

Alasannya, infrastruktur yang dibangun harus mampu memenuhi standar yang ditetapkan induk cabang olahraga internasional. Contohnya stadion hoki. Saat ini sedang menjalani proses sertifikasi yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi internasional yang ditunjuk oleh Federasi Hoki Internasional (FIH).

Venue lain yaitu, stadion renang. Yang spesifikasi kolamnya disesuaikan dengan standar yang ditetapkan Federasi Renang Internasional (FINA). Menariknya, karena stadion renang merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang ada di kawasan GBK, pemugaran disyaratkan tidak mengubah wajah asli dari bangunan lama.

Kemudian, infrastruktur hunian bagi atlet di Kemayoran tengah dibangun dua blok rumah susun (rusun) yang akan digunakan sebagai wisma atlet, terdiri dari tiga tower di Blok C2 dan 7 tower di Blok D10. Kesepuluh tower ini dapat menampung hingga 22.278 orang.

Bangunan ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Seperti sambungan listrik, saluran air bersih, serta meubelair. Progres pembangunan tower rusun ini telah mencapai 94 persen. Di samping itu, dilakukan pula penataan kawasan di blok D10.

Pembangunan rusun juga dilakukan di Palembang. Yaitu sebanyak dua rusun yang saat ini telah rampung dan akan melengkapi tiga tower yang telah dibangun pada tahun 2015.  Masing-masing tower setinggi lima lantai dan terdiri dari 66 unit tipe 36. Setelah penyelenggaraan Asian Games 2018, baik tower rusun di Kemayoran maupun Jakabaring akan diperuntukkan sebagai rumah susun sewa (Rusunawa) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam melaksanakan berbagai proyek di atas, Kementerian PUPR senantiasa memperhatikan aspek kekuatan, kerapihan, kenyamanan, serta keselamatan bangunan.

Bahkan, Menteri PUPR beberapa kali mengecek langsung pelaksanaan pekerjaan baik di Jakarta maupun Palembang. Kementerian PUPR juga menjalin kerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk memberikan pendampingan teknik pembangunan venue dan penataan kawasan di GBK Senayan dan Kemayoran.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus