"Raih Mimpi”, Intip Perjuangan dan Rekam Jejak Timnas Indonesia di Asian

Comments 212 Views Views


"Raih Mimpi”, Intip Perjuangan dan Rekam Jejak Timnas Indonesia di Asian

SIPerubahan – Persiapan Timnas Indonesia semakin serius menjelang Asian Games 2018 yang menyisakan waktu enam bulan lagi. Salah satunya dengan menggelar laga uji coba dengan negara lain. 

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menerangkan, timnas akan menjalani laga uji coba dengan Timnas Singapura pada 21 Maret mendatang. Pertandingan nanti akan dimasukkan ke dalam FIFA match day (kalender resmi FIFA). 

Kesempatan itu juga akan menjadi ajang bagi pelatih Timnas Indonesia Luis Milla Aspas untuk melihat perkembangan dan kemajuan anak asuhnya dan mengintip kekuatan negara lain. 

Uji coba menghadapi Singapura nanti merupakan yang kedua bagi timnas mengawali 2018 usai menghadapi Timnas Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 14 Januari lalu. Di Asian Games 2018, PSSI pun memberikan target berat kepada Timnas Indonesia untuk menembus babak semifinal pesta olahraga terbesar di kawasan Asia tersebut.

Berstatus sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia tentu tidak boleh hanya menjadi kontestan penggembira di ajang multievent terbesar di kawasan Asia. Memang tak mudah bagi skuad Merah Putih untuk bisa jadi kampiun di Asian Games, dimana pesaing tidak hanya datang dari Asia Tenggara. Namun juga negara-negara top Asia seperti Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, Iran, Tiongkok, Uni Emirat Arab (UEA), dan lain-lain yang ikut ambil bagian di perhelatan yang digelar rutin tiap empat tahun sekali itu. 

Prestasi tertinggi Tim Garuda di Asian Games yaitu meraih medali perunggu di era 1958.  Di Tokyo, Jepang, Timnas Indonesia mengunci posisi tiga besar setelah mengalahkan India dengan skor telak 4-1. Sebelumnya langkah Timnas ke final dihentikan Tiongkok dengan skor 0-1.

Empat tahun sebelumnya, Timnas Indonesia yang diarsiteki oleh Toni Pogacnik juga pernah lolos ke semifinal. Langkah Maulwi Saelan dan kawan-kawan ke final juga dihentikan oleh Tiongkok dengan skor telak 2-4. 

Timnas Indonesia juga sempat tercatat sebagai semifinalis di Asian Games 1986. Bertje Martupelwa yang bisa menyatukan bintang-bintang kompetisi Galatama dan Perserikatan sukses mengantarkan skuat Merah Putih ke fase empat besar, sebelum ditekuk Korea Selatan 0-4.

Masyarakat Tanah Air berharap Luis Milla mampu melebihi pencapaian dua pendahulunya. Prestasi di Asian Games 2018 bakal jadi penebusan dosa 1962 silam. Ketika menjadi tuan rumah Asian Games kali pertama, Timnas Indonesia gagal total tersandung kasus pengaturan skor.

Milla dikontrak PSSI dengan reputasi serta prestasi gemilang dengan sukses mengantar negara Spanyol juara Piala Eropa U-21 tahun 2011. David de Gea, Ander Herrera, Javi Martinez, dan Juan Mata, merupakan pemain-pemain muda didikan pelatih kelahiran 12 Maret 1966 tersebut. 

Pelatih yang pernah membela dua klub raksasa Spanyol, Barcelona, dan Real Madrid itu juga terobsesi menciptakan kesuksesan pribadi melalui prestasi di Indonesia, negara yang tidak punya tradisi juara di pentas sepakbola internasional.

Meskipun gagal memberikan medali emas SEA Games 2017, pria berambut ikal keriting itu dipuji publik sepakbola nasional. Penampilan Timnas Indonesia U-22 memesona di Malaysia. Skuat Garuda Muda memainkan sepakbola cantik ala tiki-taka Barcelona.

Di SEA Games 2017 itu pun memunculkan banyak nama pemain muda bertalenta. Sebut saja, Septian David Maulana, Osvaldo Haay, Febri Haryadi, Hanif Sjahbandi, yang kini jadi tulang punggung timnas senior. 

Selanjutnya, pelatih yang sudah setahun melatih timnas ini menilai timnas arahannya mengalami progres signifikan jelang tampil di Asian Games 2018. Boleh dikatakan Luis Milla dipercaya untuk menularkan filosofi permainan sepakbola yang atraktif dan ofensif. 

Mantan pemain Barcelona ini juga menilai pemain yang diasuhnya mengalami banyak kemajuan. Tak hanya kemajuan dari sisi individu, kolektivitas timnas juga kian meningkat.

Milla dibantu para asistennya, Eduardo Perez, Miguel Gandia, dan legenda sepakbola Indonesia Bima Sakti secara serius menggembleng Evan Dimas dan kawan-kawan dalam program pemusatan latihan bertahap. Tujuannya, meraih mimpi Indonesia. 

Dalam mewujudkan hal itu, tak hanya  mengandalkan mayoritas pemain di SEA Games 2017, Milla juga memanggil tiga pemain senior untuk memperkuat skuat Asian Games. Mereka diantaranya striker Ilija Spasojevic, defender Fachruddin Aryanto, dan penjaga gawang Andritany Ardhiyasa. Bahkan, penyerang Timnas Indonesia, Ilija Spasojevic mengaku nyaman berlatih di bawah instruksi Milla.

Dalam catatan, selama menangani Timnas Indonesia di tahun 2017 dan awal 2018, Milla sudah melakoni 22 kali jumlah pertandingan. Ia bersama timnas membukukan rekor sepuluh kali menang, lima seri, dan tujuh kali kalah.

Saat ini harapan masyarakat dan pendukung Timnas Indonesia ada di pundak Luis Milla. Milla diharapkan mampu mengangkat pamor sepak bola Tanah Air di level internasional.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang dipimpin Menpora Imam Nahrawi akan mendukung 100 persen perjuangan Timnas Indonesia U-23. Mengingat, PSSI sudah menargetkan anak asuh Luis Milla mencapai empat besar. Imam sadar betul tanpa support pemerintah maka mustahil target Timnas menuju semifinal Asian Games 2018 akan terwujud.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus