Prabowo Subianto: Saya Mandataris Partai

Comments 187 Views Views


Prabowo Subianto: Saya Mandataris Partai

SIPerubahan – Tak hanya menjadi kandidat terkuat calon presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019,  namun nama Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto juga ramai disebut calon ideal untuk menjadi wakil presiden mendampingi Joko Widodo di pilpres mendatang.

Menanggapi hal di atas, Prabowo menerangkan maju atau tidaknya di bursa 2019, ia akan serahkan kepada Partai Gerindra bersama koalisi partainya. 

"Saya katakan, saya kan mandataris partai. Saya akan mendengarkan suara partai suara sahabat saya," demikian kata Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, baru-baru ini. 

Walaupun kader partainya menginginkan dirinya kembali maju di Pilpres 2019 menantang Jokowi, tapi hingga saat ini Prabowo mengaku belum memberikan keputusan akhir. 

Mantan Komandan Jenderal Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) ini berjanji dirinya akan mengumumkannya di saat yang tepat. Apakah akan menjadi capres atau justru menjadi cawapres Jokowi di 2019.

"Saya akan ambil keputusan bersama dengan rekan-rekan, dan pada saat yang tepat akan saya umumkan," terang Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. 

Padahal sejumlah lembaga survei merilis kemungkinan kompetisi antara Prabowo dan Jokowi bakal kembali bersaing dalam Pemilihan Presiden 2019. Namun, di saat bersamaan muncul gagasan untuk menyandingkan Prabowo menjadi calon wakil presiden untuk Jokowi.

Di tempat terpisah, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman pun mengatakan, bila wacana itu muncul tidak akan membuat demokrasi di Tanah Air tidak sehat. 

"Coba kita lihat PKS, Gerindra, PAN bergabung, kemungkinannya nanti Pak Jokowi lawan kotak kosong dan kita melihat itu tidak sehat buat demokrasi kita,” katanya lagi. 

Selanjutnya Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria kembali menegaskan partainya bulat untuk kembali mengusung Prabowo sebagai calon presiden pada 2019. Ia mengatakan partainya masih akan berkomunikasi dengan sejumlah partai untuk membuka peluang berkoalisi. 

"Partai Gerindra solid mengusung Pak Prabowo," ceplosnya singkat.  

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan bahwa seluruh kader Gerindra telah satu suara mendukung Ketua Umum Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. 

Fadli Zon pun membantah wacana untuk menyandingkan Prabowo sebagai calon wakil presiden Jokowi. Fadli mengungkapkan, pencalonan Prabowo sebagai capres akan memberikan pilihan bagi masyarakat sebagai pemilih. Alasannya, jika Prabowo dicalonkan dengan Jokowi, tidak akan ada kekuatan penyeimbang.

Hal senada juga dikatakan oleh Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. Ia menilai pertarungan Jokowi dan Prabowo pada Pilpres 2019 berpotensi kembali memicu konflik horizontal yang cukup tajam di kalangan masyarakat.

Sedangkan, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai Prabowo paling layak menjadi cawapres Jokowi guna menghindari konflik di Pilpres 2019. 

"Pelajaran yang kita petik kemarin (polemik) antara Jokowi dan Prabowo itu kan cukup lama, dua tahun, paling tidak kita melakukan recovery setelah Pilpres," tutur politikus Golkar ini, di Kompleks DPR Senayan Jakarta. 

Menurut Bamsoet, dirinya tidak ingin kasus itu terulang lagi setelah Pilpres 2019 karena akan berpeluang membuat kinerja parlemen dan pemerintahan menjadi macet seperti yang terjadi setelah Pilpres 2014. 

"Jadi ke depan saya pikir dibutuhkan kesadaran bagi kami sebagai anak bangsa untuk mendahulukan kepentingan rakyat dan mendorong pasangan yang minim potensi perpecahannya," kata Bamsoet.

Untuk diketahui, sebelumnya wacana terkait kemungkinan Prabowo mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 juga sempat muncul dalam sejumlah kesimpulan analisis lembaga survei. Kemunculan pasangan Jokowi-Prabowo dinilai sebagai salah satu skenario yang mungkin muncul pada Pilpres 2019. 

Post a Comments
blog comments powered by Disqus