Airlangga Hartarto: Nakhoda Golkar yang Visioner

Comments 291 Views Views


Airlangga Hartarto: Nakhoda Golkar yang Visioner

SIPerubahan – Ir Airlangga Hartarto MBA MMT saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) menggantikan Setya Novanto. Banyak prestasi gemilang yang diukir oleh Airlangga. Tak hanya memiliki karier gemilang dalam dunia politik di Tanah Air, dalam dunia bisnis, ia juga termasuk pengusaha sukses.

Penerima penghargaan Australian Alumni Award (AAA) tahun 2009 ini juga mempunyai visi yaitu Partai Golkar yang progresif dan misi pembaruan, kuat dan aspiratif. Selain itu, Airlangga juga telah menyiapkan beberapa agenda besar untuk kejayaan Golkar di masa yang akan mendatang. Diantaranya yang pertama, kaderisasi berbasis riset dan teknologi. Tentu ini adalah progres yang baik untuk Golkar bersama kadernya di seluruh Indonesia. 

Kedua, meningkatkan daya akselerasi terhadap regenerasi kepemimpinan dan juga jabatan publik. Di tambah, Airlangga yaitu salah satu penggagas ‘good governance’, jadi ia ingin menularkan ke tubuh partai Pohon Beringin yang dipimpinnya.

Partai Golkar memang bukanlah perusahaan, melainkan intrumen politik yang mampu mendorong perubahan sosial. Artinya, kepemimpinan yang visioner, seperti Airlangga dalam membangun kelembagaan serta benar dididik untuk menjadi politisi yang otentik. 

Tantangan Partai Golkar ke depan tentu akan lebih banyak, mulai dari tingkat kepercayaan publik terhadap partai hingga hadirnya partai sebagai jawaban kebutuhan masyarakat luas. 

"Kami cari sosok pemimpin Golkar yang bisa menjawab tantangan ke depan. Pak Airlangga cocok dengan itu," tutur Ketua DPD Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Gandung Pardiman. 

“Dan saya melihat salah satu kader yang bersih itu ada didiri Airlangga Hartarto,” ujar anggota Dewan Petimbangan Partai Golkar, Mahadi Sinambela.  

Di saat demikian Partai Golkar mempunyai potensi untuk menjadi “Kiblat Parpol” yang dikagumi oleh parpol-parpol lain. Akan tetapi, itu semua akan terwujud bila Golkar ini memiliki pemimpin seperti Airlangga yang tegas dan berani. Kepemimpinan seperti itulah yang akan ditunggu rakyat dan sejarah bangsa ini. 

Tak berhenti di Golkar saja, Airlangga juga membuat terobosan di Kementerian Perindustrian di mana mampu mengangkat perekonomian Indonesia khususnya di sektor industri berada di atas Amerika Serikat. Indonesia telah masuk dalam peringkat sepuluh besar dunia. Sejajar dengan Brazil dan Inggris bahkan lebih besar dari Rusia.

Menelisik Rekam Jejak Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto merupakan Menteri Perindustrian Kabinet Kerja yang diangkat oleh Presiden RI Joko Widodo pada 27 Juli 2016 saat reshuffle kabinet jilid I. Sebelum menjadi menteri, politikus berusia 55 tahun itu berasal dari anggota DPR sejak tahun 2004. Lalu terpilih lagi di periode 2009-2014 menjabat sebagai Ketua Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM dan BUMN. 

Di DPR periode 2014-2019, Airlangga terpilih untuk ketiga kalinya sebagai DPR dari Dapil Jawa Barat V bertugas di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral, lingkungan hidup dan riset & teknologi. Namun di tengah tugasnya di parlemen, Airlangga diangkat menjadi Menteri Perindustrian oleh Presiden Jokowi.

Beralih ke jenjang pendidikan, Airlangga merupakan lulusan SMA Kolese Kanisius Jakarta pada tahun 1981, dan Fakultas Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada tahun 1987. Airlangga Hartarto mendapatkan gelar MBA dari Monash University Australia tahun 1996 dan Master of Management Technology (MMT) dari University of Melbourne, Australia, tahun 1997. 

Peraih penghargaan ‘ASEAN Engineering Honorary fellow, conferred by ASEAN Federation of Engineering Organization’ di Myanmar pada tahun 2004 ini juga tercatat pernah menjabat Ketua Asosiasi Emiten Indonesia periode 20011-2014, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2006-2009, Ketua Dewan Insinyur PII 2009-2012, anggota Majelis Wali Amanah Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan menjadi pemrakarsa Herman Johannes Award, penghargaan bagi inovasi teknologi saat ia menjabat Ketua Keluarga Alumni Fakultas Teknik UGM (KATGAMA) pada 2003. 

Pria ramah dan murah senyum ini juga dikenal sebagai pengusaha sukses yang memiliki sejumlah perusahaan. Sebut saja, Airlangga pernah menjadi Presiden Komisaris dari PT. Fajar Surya Wisesa Tbk. Ia menikah dengan Yanti K Isfandiary dan mempunyai anak yaitu Adanti, Ravindra, Audi,Dines, Bianda, Latasha, Maisara dan Natalie.

Airlangga adalah putra dari Ir. Hartarto yang pernah menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi (Menko Prodis) pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).

Airlangga pernah menulis buku Strategi Clustering dalam Industrialisasi Indonesia (terbitan Andi Offset, Yogyakarta, 2004). Ia juga terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) masa bhakti 2017-2021. Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Nasional PB WI di Hotel Sultan, Jakarta, pada Jumat (05/05/2017).

Airlangga di Mata Para Sahabatnya

Ketua DPP Golkar Happy Bone Zulkarnain mengungkapkan bahwa Airlangga Hartarto ketika menjadi Menteri Perindustrian membuat akselerasi perindustrian yang luar biasa.  Sehingga, menurut Happy, Airlangga menjadi salah satu menteri yang diandalkan oleh Presiden Jokowi. 

"Misalnya salah satu contoh, vokasi untuk satu juta karyawan dalam negeri. Karena di era pasar bebas sekarang ini kan profesional dari luar negeri bisa masuk, jadi kalau tidak disikapi, ini akan menyebabkan profesional Indonesia itu kalau tidak siap bisa menjadi marginal," tutur Happy. 

Airlangga, masih dari penuturan Happy, dianggapnya mampu mengimbangi sumber daya manusia (SDM) asing dengan kebijakan vokasi tersebut. Sehingga banyak peluang industri baru yang dihasilkan dari kinerjanya. 

"Pak Airlangga juga tak cengeng mengatakan kita tidak siap. Dia hanya tidak ingin membiarkan semua peluang itu diambil orang lain khususnya asing," ujarnya. 

Mantan Fungsionaris Partai Golkar Poempida Hidayatulloh mengaku punya kedekatan dengan Airlangga Hartarto. Bahkan dia mengaku sudah lebih 15 tahun bersahabat dengan Airlangga. Menurut Poempida, Airlangga adalah sosok yang sukses, baik dalam karier dan bisnisnya. Hal itu juga didukung dengan tidak pernah terdengar masalah hukum yang berkenaan dengan Airlangga baik dalam urusan bisnis maupun politik.

Di tempat berbeda, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menerangkan, dirinya yakin Airlangga mampu memimpin Golkar lebih baik ke depan. Harry mengaku sudah mengetahui kualitas kepemimpinan Airlangga.

 

Post a Comments
blog comments powered by Disqus